Nusantaraterkini.co, ACEH – Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah atau yang akrab disapa Dek Fadh, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden kericuhan saat pengibaran bendera bulan bintang di Kabupaten Aceh Utara. Ia menegaskan pentingnya menjaga persatuan, terutama di tengah upaya penanganan bencana yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Aceh.
Hal itu disampaikan Dek Fadh saat memberikan sambutan pada peringatan 21 tahun Tsunami Aceh di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, dikutip Sabtu (27/12/2025).
“Atas nama Pemerintah Aceh, kami sangat menyayangkan kejadian yang terjadi tadi malam di Aceh Utara. Kami berharap seluruh pihak dapat menahan diri,” ujar Dek Fadh.
Baca Juga : Wagub Aceh Dorong Bantuan Uang Makan Rp15 Ribu per Hari bagi Pengungsi Bencana Sumatera
Ia mengajak seluruh elemen, mulai dari TNI, Polri, GAM, hingga masyarakat, untuk mengesampingkan perbedaan dan kembali fokus membantu warga yang terdampak banjir besar yang telah menelan banyak korban jiwa.
Menurutnya, peristiwa tersebut sebaiknya dijadikan pelajaran agar tidak kembali terulang. Ia menekankan bahwa niat utama semua pihak adalah kemanusiaan dan solidaritas terhadap sesama.
“Mari kita akhiri kejadian semalam dengan kebaikan. Fokus kita adalah membantu saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” katanya.
Baca Juga : Kemenhut Manfaatkan Kayu Hanyutan Pascabanjir Aceh dan Sumut untuk Bangun Huntara
Dek Fadh juga secara khusus meminta aparat keamanan dan seluruh kelompok masyarakat untuk menjaga sikap di lapangan serta menghindari tindakan yang dapat memperkeruh situasi.
“Kami berharap TNI dan Polri dapat menahan diri, begitu juga semua pihak. Kekompakan dan persatuan adalah kunci agar penanganan bencana berjalan maksimal,” tegasnya.
Diketahui sebelumnya, pada Kamis (25/12/2025), aparat TNI-Polri menggelar razia gabungan di Jembatan Krueng Mane, Aceh Utara. Dalam razia tersebut, sejumlah warga yang mengikuti konvoi diminta turun dari kendaraan, sementara bendera bulan bintang yang dibawa turut diamankan.
Baca Juga : Pemulihan Aceh Utara, BNPB Buka Akses Jalan Geudeumbak dan Bersihkan Sekolah
Aksi tersebut memicu reaksi publik setelah beredar video yang memperlihatkan dugaan tindakan kekerasan aparat terhadap warga. Video itu pun viral di media sosial.
Menanggapi hal tersebut, Kapendam Iskandar Muda Kolonel T. Mustafa Kamal menyebut insiden tersebut hanyalah kesalahpahaman dan telah diselesaikan secara damai.
“Sudah saling memaafkan, situasi aman dan kondusif,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Ia menambahkan, saat ini jajaran TNI kembali memfokuskan diri pada upaya penanggulangan bencana alam di Aceh.
(Dra/nusantaraterkini.co)
