Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

IMA Madina Pekanbaru Desak Bupati Madina Cabut Pernyataannya Terkait Ada Dalang Dibalik Aksi Rakyat Pantai Barat

Ikatan Mahasiswa asal Mandailing Natal (IMA Madina) Pekanbaru dengan tegas mengecam pernyataan Bupati Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Saipullah

Aji Pangestu, Sekretaris IMA Madina Pekanbaru. (Foto: istimewa)
Aji Pangestu, Sekretaris IMA Madina Pekanbaru. (Foto: istimewa)
A A

nusantaraterkini.co, MADINA - Ikatan Mahasiswa asal Mandailing Natal () dengan tegas Bupati Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang menyebut bahwa dalam terkait perusahaan-perusahaan di wilayah pantai barat Madina “ada dalang di baliknya”. 

Pernyataan tersebut sangat serius dan mengandung implikasi terhadap hak konstitusional warga untuk mengemukakan aspirasi secara damai. Kami menilai bahwa pernyataan “ada dalang di balik aksi” tanpa bukti publik yang transparan dapat mengkriminalisasi gerakan mahasiswa, pemuda dan yang sah dan berdampak negatif terhadap kepercayaan publik terhadap proses demokrasi. 

Aksi yang berlangsung di Kantor berkaitan dengan tuntutan warga atas hak plasma, hak atas tanah, dan tata kelola perkebunan sawit yang merupakan persoalan nyata yang telah dikemukakan masyarakat. 

"Pemerintah daerah, sebagai fasilitator dan pelindung hak masyarakat, seharusnya menjaga ruang aspirasi publik, mempertemukan pemangku kepentingan, bukan terlebih dahulu menduga adanya “dalang tersembunyi” tanpa klarifikasi," tutur Aji Pangestu yang merupakan Sekretaris , Kamis (6/11/2025).

IMA Madina, menilai bahwa sangat anti kritik dan tidak sesuai dengan apa yang disampaikan sebelumya ketika bupati saat memberikan kata sambutan di Pendopo Rumah Dinas Bupati, di Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Minggu (23/3/2025) lalu.

“Kepada Forkompinda dan seluruh masyarakat Madina, kita bersama-sama membangun Madina ini. Kami sangat terbuka, berikan kritik dan saran, pasti akan kami telaah, tentunya tujuan kritik itu membangun. Mari kita lihat hal positif ke depan,” ujarnya.

Maka daripada itu Ima Madina Pekanbaru mendesak Bupati Madina untuk segera menyampaikan klarifikasi terbuka, lengkap dengan data dan atau bukti pendukung atas tuduhan “dalang” yang disebutkan.

"Bupati Mandailing Natal seharusnya memprioritaskan dialog dengan masyarakat yang terdampak, khususnya di pantai barat Madina, terkait perkebunan, kewajiban perusahaan, hak plasma, HGU, pengawasan lingkungan dan lain sebagainya. Menjamin bahwa aparat pemerintah maupun keamanan tidak digunakan untuk membungkam aspirasi sah warga dan memastikan perlindungan hak berpendapat, sesuai undang-undang yang berlaku di negara kesatuan Republik Indonesia," tambahnya Aji Pangestu.

Adapun tuntutan dari IMA Madina yakni:

1. Mendesak transparansi Bupati Madina Untuk segera mempublikasikan data dan dokumen terkait proses mediasi/perusahaan/perkebunan yang menjadi objek aksi masyarakat.

2. Mendesak bupati Madina untuk segera Memfasilitasi Mahasiswa, pemuda dan masyarakat pantai barat dengan perusahaan terkait, untuk menyelesaikan masalah nyata (plasma, izin, HGU, lingkungan) yang menjadi penyebab aspirasi,. Serta Memastikan masyarakat dapat menyampaikan pendapat secara damai tanpa stigma atau tuduhan tanpa dasar yang mengarah ke kriminalisasi.

3. IMA Madina Pekanbaru dengan tegas selaku Bupati Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang menyebut bahwa dalam gelombang aksi masyarakat terkait perusahaan-perusahaan di wilayah pantai barat Madina “ada dalang di baliknya”. 

(mra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru