Riset Trend Asia Sebut PLTU Captive dan Ekspor Batubara Pemicu "BlackOut"
Riset Trend Asia menyoroti PLTU captive, ekspor batu bara, dan lemahnya pengawasan DMO sebagai faktor pemicu krisis pasokan listrik.
Nusantaraterkini.co, โJAKARTA โ Riset terbaru organisasi lingkungan Trend Asia mengungkapkan, gelombang pemadaman listrik secara meluas (blackout) yang melanda berbagai daerah di Indonesia sepanjang tahun 2026 dipicu oleh lemahnya tata kelola rantai pasok batubara. Ketimpangan pengawasan kewajiban pasar domestik atau Domestic Market Obligation (DMO) serta masifnya penggunaan PLTU captive industri dinilai menjadi akar masalah utama.ย
โLaporan bertajuk "Indonesia Blackout: Mengungkap Masalah Struktural Rantai Pasok Batubara" tersebut resmi dirilis di Jakarta, Selasa (13/10/2026). Riset ini memaparkan krisis pasokan terjadi lantaran perusahaan tambang lebih memprioritaskan alokasi komoditas batubara untuk pasar ekspor dan kawasan industri.ย
โKrisis energi domestik dan defisit stok batubara melanda sejumlah pembangkit utama seperti PLTU Cilacap dan PLTU Paiton, yang berujung pada peristiwa blackout di berbagai wilayah mulai dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga Batam. Pada saat yang sama, Indonesia justru mencatatkan angka ekspor batubara melebihi 231,06 juta ton hanya dalam kurun semester pertama tahun 2026.ย
โDisparitas harga serta lemahnya penegakan sanksi penunggak komitmen DMO dinilai mendorong sejumlah produsen mengabaikan jadwal pasokan listrik publik untuk PLN.ย
โGelombang pemadaman listrik ini adalah alarm keras bahwa tata kelola batubara kita diprioritaskan untuk keuntungan pasar ekspor dan industri ekstraktif ketimbang kebutuhan dasar kelistrikan publik. Ketimpangan pengawasan DMO harus dihentikan jika pemerintah serius ingin menjamin ketahanan energi masyarakat,โ tegas Peneliti Trend Asia, Herdanang Fauzan.
โLaporan Trend Asia turut mencatat pada periode Januari 2025 hingga Juni 2026, sebanyak 113,9 juta ton batubara mengalir untuk operasional PLTU captive di kawasan industri. Angka tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan pasokan untuk PLTU PLN dan independent power producer (IPP) publik yang hanya sebesar 64,9 juta ton. Dampak dari krisis kelistrikan ini dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku usaha mikro di daerah.ย
Direktur Eksekutif WALHI Kalimantan Selatan, Raden Rafiq, mengungkapkan, pemadaman listrik bergilir yang berlangsung dari 3,5 hingga 6 jam sehari sejak Juni telah memicu kerugian ekonomi.ย
โโLingkungan rusak dan warganya tetap mengalami kekerasan struktural bahkan tak luput dari pemadaman listrik walaupun menjadi daerah penghasil batubara terbesar. Secara bergilir, listrik mati 3,5 hingga 6 jam dalam sehari. Pemadaman listrik yang terjadi sejak Juni hingga kini merugikan warga dan para pengusaha UMKM, karena merusak alat elektronik seperti kulkas, oven, dan lainnya,โ ujar Raden Rafiq.ย
โKondisi serupa disuarakan oleh Gian Purnama Sari dari WALHI Sulawesi Tenggara. Ia menyoroti aktivitas PLTU captive di area industri smelter Proyek Strategis Nasional (PSN) yang melahap pasokan energi sekaligus merusak lingkungan warga sekitar.ย
โโAktivitas PLTU captive skala masif di kawasan industri smelter terutama yang berlabel PSN telah mengalihkan dan melahap pasokan energi secara drastis, sekaligus memperparah krisis lingkungan hidup serta penyempitan bahkan menghilangkan ruang hidup warga sekitar,โ kata Gian Purnama Sari.ย
โAtas temuan tersebut, Trend Asia mendesak pemerintah untuk memperketat pengawasan DMO, menghentikan penambahan izin PLTU captive baru, serta menindak tegas perusahaan tambang yang mangkir dari kewajiban pasok domestik demi menjamin ketahanan energi masyarakat.ย ย
(Emn/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWS VIDEOPria Diduga Provokator Bentrokan yang Lukai Dua Jurnalis di Depan Mapolda Sumsel Bawa 2 Sajam
Fadli Tara·2 jam yang lalu -
KOTA MEDANPemko Medan Fokuskan APBD 2027 untuk Benahi 100 Titik Banjir hingga Kesejahteraan Guru
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
SEPAKBOLAJelang Arsenal Kontra Lille, Arteta Kenang Peran Penting Olivier Giroud di Masa Lalu
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
NASIONALAHY: Indonesia Harus Jadi Kekuatan Menengah Berpengaruh di Tengah Era Paradoks Global
Rozie Winata·4 jam yang lalu -
NEWS VIDEOPermohonan Prapid Doddy Thahir Dikabulkan, Penetapan Tersangka tak Sah
Fadli Tara·5 jam yang lalu -
NASIONAL14 Orang Terjaring, KPK Amankan Uang Rp1,4 Miliar dan Logam Mulia dalam OTT di BNPB
Rozie Winata·5 jam yang lalu -
NASIONALBNPB Hormati Proses Hukum KPK Usai OTT, Pastikan Tetap Fokus Tugas Kemanusiaan
Rozie Winata·6 jam yang lalu -
-
NEWSRiset Trend Asia Sebut PLTU Captive dan Ekspor Batubara Pemicu "BlackOut"
Herman Saleh Harahap·7 jam yang lalu -
KRIMINALJurnalis Dihajar saat Live Unjuk Rasa, Pimred Tribun Sumsel dan Sripo Desak Polisi Tangkap Pelaku
Rozie Winata·7 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan