Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

IHSG Masih Berisiko Koreksi, Ini Saham Rekomendasi Analis Hari Ini

Editor:  hendra
Reporter: Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Ilustrasi (Foto: Freepik)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (22/1/2026) diperkirakan masih dibayangi risiko koreksi lanjutan. Setelah ditutup melemah 1,36 persen ke level 9.010 pada perdagangan Rabu, tekanan jual dinilai belum sepenuhnya mereda.

Analis teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai IHSG saat ini berada pada fase awal wave (iv) dari wave 5. Kondisi tersebut membuat indeks masih berpotensi melanjutkan koreksi ke area 8.710–8.887.

“Secara teknikal, IHSG masih berada di fase awal wave (iv) dari wave 5, sehingga risiko koreksi lanjutan masih cukup besar,” ujar Herditya dalam riset hariannya.

Baca Juga : IHSG Berpeluang Lanjutkan Reli, BUMI–PTRO Masuk Radar Analis di Tengah Net Sell Asing

Meski demikian, peluang penguatan jangka pendek tetap terbuka, meski cenderung terbatas. IHSG diperkirakan berpeluang menguji area 9.026–9.054. Untuk level teknikal terdekat, support berada di 8.956 dan 8.905, sementara resistance berada di 9.120 dan 9.192.

Sementara itu, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai IHSG masih berpeluang bergerak menguat terbatas dengan rentang support dan resistance di kisaran 9.000–9.200.

Rekomendasi Saham Hari Ini

Baca Juga : IHSG Berpotensi Lanjutkan Koreksi, Enam Saham Ini Justru Jadi Incaran

Berikut saham-saham yang direkomendasikan analis untuk dicermati pada perdagangan hari ini:

???? Rekomendasi MNC Sekuritas

ENRG (PT Energi Mega Persada Tbk)

Baca Juga : Prediksi IHSG Senin 12 Januari 2026 dan Rekomendasi Saham Pilihan

Ditutup di Rp 1.550, direkomendasikan speculative buy. Secara teknikal, ENRG berada pada fase wave [b] dari wave 4, dengan peluang pergerakan lanjutan jangka pendek meski volatilitas masih tinggi.

IMPC (PT Impack Pratama Industri Tbk)

Ditutup di Rp 3.550 dengan rekomendasi buy on weakness. IMPC dinilai berada di awal wave 5 dari wave (5), membuka peluang penguatan lanjutan selama mampu bertahan di area support.

Baca Juga : IHSG Berpeluang Sentuh Level 9.000, Simak Rekomendasi Saham Cuan Hari Ini

MBMA (PT Merdeka Battery Materials Tbk)

Ditutup di Rp 780 dan direkomendasikan buy on weakness. MBMA berada pada fase awal wave v dari wave (iii), yang mengindikasikan potensi kenaikan lanjutan dalam tren naik.

BMRI (PT Bank Mandiri Tbk)

Ditutup di Rp 4.990 dengan rekomendasi sell on strength. BMRI diperkirakan berada di awal wave [c] dari wave 2, sehingga penguatan dinilai rawan dimanfaatkan untuk aksi ambil untung.

???? Rekomendasi Pilarmas Investindo Sekuritas

ANTM (PT Aneka Tambang Tbk)

Diperdagangkan di Rp 4.270, dengan support di Rp 3.990 dan resistance di Rp 4.450. ANTM berpeluang menguji target penguatan ke area Rp 4.410.

HRTA (PT Hartadinata Abadi Tbk)

Berada di harga Rp 2.550, dengan support Rp 2.440 dan resistance Rp 2.770. Jika bertahan di atas support, saham ini berpotensi menguat menuju Rp 2.750.

BRMS (PT Bumi Resources Minerals Tbk)

Diperdagangkan di Rp 1.265, dengan support Rp 1.205 dan resistance Rp 1.335. Secara teknikal, BRMS berpeluang melanjutkan penguatan ke target Rp 1.315.

(Dra/nusantaraterkini.co).