IHSG Hari Ini 6 Januari 2026 Berpotensi Koreksi, Ini Rekomendasi Saham Analis
IHSG hari ini 6 Januari 2026 diperkirakan rawan koreksi setelah cetak ATH. Simak analisis pergerakan indeks dan rekomendasi saham pilihan analis.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (6/1/2026) diperkirakan menghadapi risiko koreksi terbatas, menyusul reli kuat yang terjadi pada sesi sebelumnya. Sejumlah analis menyarankan investor tetap selektif dan mencermati peluang pada saham-saham tertentu.
Mengacu data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG pada penutupan perdagangan Senin (5/1/2026) menguat signifikan 1,27% atau naik 111,05 poin ke level 8.859,19. Sepanjang sesi, indeks dibuka di posisi 8.778,73 dan sempat menyentuh level tertinggi hariannya di 8.859,19, sekaligus mencetak rekor tertinggi baru (all time high/ATH).
Aktivitas perdagangan menunjukkan sentimen pasar yang relatif positif. Sebanyak 446 saham mencatatkan kenaikan harga, sementara 246 saham melemah dan 114 saham bergerak stagnan. Total kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp16.194 triliun.
Penguatan IHSG ditopang oleh performa saham-saham berkapitalisasi besar. Saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) melonjak 6,73% ke level Rp17.450 per saham. Sementara itu, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) menguat 3,17% menjadi Rp3.580 per saham.
Selain itu, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) naik 2,94% ke posisi Rp7.000, sedangkan PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) terapresiasi 1,81% ke level Rp223.975 per saham.
Tim Analis MNC Sekuritas menilai penguatan IHSG pada penutupan kemarin telah mencapai target minimal sekaligus membentuk ATH baru. Secara teknikal, posisi IHSG saat ini diperkirakan berada pada fase lanjutan penguatan.
“Secara struktur gelombang, IHSG diperkirakan sedang berada pada bagian wave (v) dari wave [iii], sehingga peluang penguatan lanjutan masih terbuka menuju area 8.852 hingga 8.905,” tulis MNC Sekuritas dalam riset hariannya, Selasa (6/1/2026).
Adapun level support IHSG diproyeksikan berada di kisaran 8.705 dan 8.584, dengan resistance pada area 8.822 hingga 8.870.
Untuk strategi perdagangan, MNC Sekuritas merekomendasikan pendekatan buy on weakness pada saham PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG), PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB), serta PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI). Sementara itu, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) direkomendasikan untuk speculative buy bagi investor dengan profil risiko agresif.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SUMUTWali Kota Binjai Lantik Sofyan Syahputra Siregar Jadi Kadis Pendidikan, 41 Kepala Sekolah Terima SK
hendra·19 menit yang lalu -
SUMSELKabut Asap Pekat, Enam Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Terdampak
Rozie Winata·39 menit yang lalu -
KRIMINALKasus Korupsi Proyek, Kejati Sumsel Limpahkan Wabup PALI Nonaktif ke Kejari Palembang
Rozie Winata·55 menit yang lalu -
INTERNASIONALUnik! Makam Kuno Era Romawi Berbentuk Piramida Ditemukan di Mesir
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
KESEHATANWaspada! 27 Kasus Influenza A Terdeteksi di Medan dan Deliserdang
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
SUMSELPolda Sumsel dan Bhayangkari Gelar Bakti Sosial di Pulau Borang Banyuasin
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
KOTA MEDANSakit Hati Ditalak, Istri Laporkan Suaminya ke Poldasu
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
NEWS VIDEOTarget Semifinal FIFA ASEAN Series, Habib Syarief Soroti Regenerasi dan Strategi Timnas
Fadli Tara·3 jam yang lalu -
SUMSELDiselimuti Asap Karhutla, Kualitas Udara Palembang Kembali Masuk Zona Merah
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
NASIONALNanan Desak Investigasi Dugaan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong Dibuka Transparan
Rozie Winata·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan