Nusantaraterkini.co, PAMEKASAN-Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, menjadi saksi bisu pertarungan sengit antara Madura United melawan PSBS Biak dalam lanjutan kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia yang berlangsung pada Sabtu (31/1/2026) malam. Meskipun kedua kesebelasan tampil habis-habisan demi meraih poin penuh, laga berakhir antiklimaks tanpa ada satu pun gol yang tercipta.
Skor kacamata 0-0 menjadi hasil akhir yang memaksa kedua tim harus rela berbagi satu poin dalam pertandingan yang berjalan dengan tensi sangat tinggi tersebut. Sejak peluit pertama dibunyikan oleh wasit Permana, kedua tim langsung menunjukkan permainan terbuka dan disiplin yang luar biasa.
Baca Juga : Dua Penalti Gustavo dan Maxwell Bawa Persija Jakarta Tundukkan Madura United
Pertandingan ini menyajikan duel yang sangat seimbang di lini tengah, terbukti dari statistik penguasaan bola yang mencatatkan angka sama kuat, yakni 50 persen berbanding 50 persen. Meski bermain di hadapan pendukungnya sendiri, Madura United tampak kesulitan membongkar pertahanan rapat PSBS Biak yang dikomandoi oleh lini belakang yang disiplin.
Baca Juga : PSIM Yogyakarta Permalukan Madura United Tiga Gol Tanpa Balas
Sepanjang laga, tim berjuluk Laskar Sape Kerrab tersebut melepaskan total 12 tembakan dengan hanya 2 tembakan yang mengarah tepat ke arah gawang. Di sisi lain, tim tamu PSBS Biak justru tampil sedikit lebih agresif dalam menciptakan peluang dengan melepaskan 14 tembakan, meskipun hanya 1 yang benar-benar menguji kesigapan penjaga gawang tuan rumah.
Kerasnya tensi pertandingan terlihat dari banyaknya interupsi akibat pelanggaran yang memaksa wasit bekerja ekstra keras. Tercatat, hujan kartu kuning mewarnai jalannya laga di Stadion Gelora Ratu Pamelingan. Di kubu Madura United, pemain seperti Brandao mengawali daftar penerima kartu pada menit ke-35.
Baca Juga : Persib Bandung Petik Kemenangan Tipis Atas PSBS Biak di GBLA
Memasuki babak kedua, ketegangan semakin meningkat yang berujung pada kartu kuning untuk Monteiro di menit ke-72, Sitanggang di menit ke-88, dan Sesongko di penghujung laga pada menit ke-90. Sementara itu, PSBS Biak juga tak luput dari sanksi wasit setelah Gwijangge menerima kartu kuning di awal babak pertama pada menit ke-23, disusul oleh Oktavianto di menit ke-48, serta Haris di menit ke-82.
Baca Juga : PSBS Biak Tampil Dominan, Libas FC Bhayangkara 4-1 di Stadion Cendrawasih
Upaya kedua pelatih untuk mengubah jalannya pertandingan terlihat dari rentetan pergantian pemain yang dilakukan di babak kedua. Madura United memasukkan tenaga baru seperti Riquelme, Sitanggang, Ruxi, dan Sesongko untuk menambah daya gedor. PSBS Biak pun merespons dengan memasukkan Siregar, Agung, Ramzy, hingga Alom di menit-menit akhir guna menjaga keseimbangan tim.
Namun, hingga babak tambahan waktu berakhir, pertahanan kedua tim tetap kokoh dan tidak tergoyahkan. Hasil imbang ini menjadi catatan evaluasi penting bagi kedua tim, terutama dalam hal penyelesaian akhir yang masih belum maksimal meski peluang yang diciptakan cukup banyak.
Baca Juga : Semen Padang Curi Poin di Stadion BJ Habibie, Pertahanan Kokoh Redam Agresivitas PSM Makassar
(Emn/Nusantaraterkini.co)
Baca Juga : Gol Perovic Dianulir Wasit di Menit Akhir, Persebaya vs Dewa United Berakhir Imbang 1-1
