Hikmahanto Juwana: Dunia tak Siap Hadapi Letupan Konflik, Indonesia Bisa Ambil Peran Damai
Anak-anak di Gaza kini mengalami kelaparan. Bahkan Trump yang dikenal keras sekalipun meminta Israel memberi akses bantuan
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Ketegangan global yang terus memanas, dari Eropa hingga Timur Tengah dan Asia Selatan, menunjukkan bahwa dunia saat ini berada dalam situasi genting yang tak lagi bisa ditangani dengan cara-cara lama.
Hal tersebut diungkap Akademikus dan Peneliti Hukum Internasional, Prof. Hikmahanto Juwana.
“Perang sudah tidak relevan. Dunia sedang tidak membutuhkan konflik, apalagi yang melibatkan negara-negara bersenjata nuklir seperti India dan Pakistan,” ujarnya, Sabtu (17/5/2025).
Hikmahanto menyampaikan keprihatinannya atas konflik yang tak kunjung usai di Gaza. Ia menilai aksi militer Israel yang menghalangi bantuan kemanusiaan sebagai bentuk pelanggaran serius terhadap nilai kemanusiaan.
“Anak-anak di Gaza kini mengalami kelaparan. Bahkan Trump yang dikenal keras sekalipun meminta Israel memberi akses bantuan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti potensi konflik antara India dan Pakistan yang bisa meledak kapan saja. Jika tidak ditangani, ego para pemimpin bisa memperkeruh situasi.
Menurut Hikmahanto, Indonesia memiliki peluang besar untuk memainkan peran sebagai penengah. Sosok Presiden Prabowo Subianto dinilainya mampu menjalin komunikasi lintas negara dengan baik.
“Pak Prabowo punya akses langsung ke banyak pemimpin dunia. Beliau bisa jadi mediator, atau setidaknya mengutus tokoh seperti Menlu atau Pak Jusuf Kalla untuk misi damai,” katanya.
Hikmahanto menambahkan bahwa dampak perang bukan hanya pada aspek keamanan, tapi juga ekonomi global. Ia mencontohkan bagaimana bursa saham sempat terguncang akibat konflik India–Pakistan.
“Pasar tidak suka ketidakpastian. Jadi suara bursa harus didengar oleh pemimpin negara. Ini refleksi penting bagi Indonesia,” ucapnya.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan militer dan teknologi pertahanan. Indonesia, menurutnya, tak bisa terus bergantung pada alutsista impor tanpa pengembangan lokal.
“Beli boleh, tapi harus dimodifikasi. Kita butuh teknologi versi kita sendiri. Belajar dari Israel yang bisa membuat alutsista lebih canggih, bahkan dijual ke negara lain,” katanya.
Hikmahanto menyoroti potensi ekonomi pascaperang, terutama dalam proses rekonstruksi. Indonesia, katanya, harus jeli melihat peluang ini lewat perusahaan-perusahaan BUMN di sektor konstruksi.
“Kalau Indonesia tidak ikut campur dalam konflik, tapi bisa ambil bagian dalam pembangunan pascaperang, itu lebih baik. Kita bisa masuk lewat jalur ekonomi, bukan senjata,” pungkasnya.
(cw1/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SEPAKBOLABantai Bangladesh 9-2, Indonesia Melaju ke Final ASEAN FIFA
Herman Saleh Harahap·1 menit yang lalu -
NEWSKM Kelud Siap Bawa Penumpang dari Belawan Menuju Tanjung Priok
Herman Saleh Harahap·15 menit yang lalu -
EKONOMISumut Inflasi 0,14 Persen, Tertinggi di Gunungsitoli
Herman Saleh Harahap·24 menit yang lalu -
-
KOTA MEDANSuami Lumpuh, Istri Kerja Jadi Pembantu, Keluarga Asal Medan Masuk Desil 6
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
KOTA MEDANHari Kesaktian Pancasila, Rico Waas Tegaskan Nilai Ideologi
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SUMSELGubernur Sumsel Resmikan Jembatan Arisan Mendang Senilai Rp21 Miliar
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
KRIMINALSidang Suap Bupati Langkat, Saksi Ungkap Proyek Dikendalikan Pihak Lain hingga Dugaan Pinjam Perusahaan
hendra·1 jam yang lalu -
SUMUTUpacara di Bandar Betsy, Wagub Sumut Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Pancasila
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SUMSELSumsel Inflasi 0,21 Persen, Komoditas Pangan Jadi Pemicu Utama
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan