Indonesia Dinilai Siap Hadapi Dampak Geopolitik Global, Pakar: Prioritaskan Kepentingan Nasional
Indonesia Dinilai Siap Hadapi Dampak Geopolitik Global, Pakar: Prioritaskan Kepentingan Nasional
Nusantaraterkini.co, JAKARTA— Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, Indonesia dinilai memiliki peluang untuk tetap stabil dan adaptif, namun diingatkan agar konsisten menempatkan kepentingan nasional sebagai prioritas utama dalam setiap kebijakan luar negeri.
Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, menyoroti dinamika geopolitik yang kian kompleks, terutama terkait konflik di Timur Tengah dan implikasinya terhadap stabilitas energi global.
Ia menilai salah satu faktor krusial adalah potensi penguasaan dan pengaturan lalu lintas energi di Selat Hormuz oleh Iran. Menurutnya, kebijakan Iran yang membedakan akses bagi negara “kawan” dan “lawan” berpotensi memicu ketegangan baru di antara kekuatan global.
“Jika Indonesia dianggap sebagai ‘kawan’ oleh Iran, pertanyaannya adalah bagaimana respons Amerika Serikat. Karena pada saat yang sama, Amerika juga memiliki klasifikasi sendiri terhadap negara mitra dan lawan,” ujarnya, Kamis ?2/4/2026).
Hikmahanto menjelaskan, dinamika tersebut dapat berdampak langsung pada pasokan dan harga minyak dunia. Indonesia, kata dia, berpotensi menghadapi dilema jika harus memilih sumber energi, terutama ketika opsi pasokan dari Rusia berbenturan dengan tekanan politik dari negara-negara Barat terkait konflik di Ukraina.
Dalam konteks itu, ia menegaskan pentingnya prinsip politik luar negeri bebas aktif yang berorientasi pada kepentingan nasional, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Hubungan Luar Negeri.
“Kalau kepentingan nasional mengharuskan kita mengambil keputusan tertentu, maka tekanan eksternal tidak boleh membuat Indonesia mundur,” kata Hikmahanto.
Selain isu energi, ia juga menyinggung eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Israel dan Iran. Menurutnya, terdapat indikasi bahwa kepentingan strategis Israel turut memengaruhi arah kebijakan luar negeri Amerika Serikat, terutama dalam upaya menekan Iran.
Ia menyebut, salah satu tujuan yang diinginkan Israel adalah perubahan rezim di Iran, penghentian program nuklir, serta pemutusan dukungan terhadap kelompok-kelompok bersenjata di kawasan.
Namun demikian, Hikmahanto menilai tujuan intervensi Amerika Serikat di kawasan tersebut masih belum konsisten dan cenderung berubah-ubah. Hal ini, kata dia, justru menimbulkan ketidakpastian dalam peta konflik global.
“Kalau tujuan perang tidak jelas, maka sulit menentukan kapan konflik itu bisa dianggap selesai. Ini yang menjadi tantangan besar bagi stabilitas global,” ujarnya.
Di tengah situasi tersebut, Indonesia dinilai memiliki ruang strategis untuk menjaga keseimbangan, selama tetap berpegang pada prinsip non-blok dan mengutamakan kepentingan nasional di atas tekanan geopolitik global.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
ENTERTAIMENTNonton Perdana 'Jamin Setia Selamanya', Rico Waas Apresiasi Djamin Ginting
Herman Saleh Harahap·4 menit yang lalu -
KESEHATANKasus Influenza A Naik, Dinkes Medan Siagakan Faskes
Herman Saleh Harahap·48 menit yang lalu -
SUMSELPolda Sumsel Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Cegah Narkoba
Herman Saleh Harahap·57 menit yang lalu -
KOTA MEDANTerima Audiensi Buddhis Tamil Nusantara, Rico Waas: Keberagaman Kekuatan Medan
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
KRIMINALPraperadilan Parlindungan Silitonga, Ahli Soroti Prosedur Polrestabes
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SEPAKBOLABantai Bangladesh 9-2, Indonesia Melaju ke Final ASEAN FIFA
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
NEWSKM Kelud Siap Bawa Penumpang dari Belawan Menuju Tanjung Priok
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
-
-
KOTA MEDANSuami Lumpuh, Istri Kerja Jadi Pembantu, Keluarga Asal Medan Masuk Desil 6
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan