Sumsel Inflasi 0,21 Persen, Komoditas Pangan Jadi Pemicu Utama
BPS mencatat inflasi Sumsel 0,21 persen pada September 2026, dengan kenaikan harga beras, cabai, telur, dan pisang sebagai pemicu utama.
Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Provinsi Sumatera Selatan mengalami inflasi sebesar 0,21 persen secara bulanan (month to month/mtm) pada, September 2026. Laju inflasi bulanan tersebut terutama didorong oleh lonjakan harga pada sejumlah komoditas pangan.
Kepala BPS Sumsel Moh Wahyu Yulianto mengungkapkan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi sektor penyumbang terbesar terhadap inflasi bulanan dengan tingkat inflasi kelompok mencapai 0,65 persen dan andil 0,20 persen.
"Lima komoditas utama yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi bulanan yakni beras, cabai merah, cabai rawit, telur ayam ras dan pisang," ujar Wahyu, Kamis (1/10/2026).
Selain bahan makanan, sejumlah kelompok pengeluaran lain turut memberikan andil terhadap pergerakan inflasi bulanan.
Kelompok transportasi mencatat inflasi 0,14 persen dengan andil 0,02 persen, disusul kelompok pendidikan dengan inflasi 0,17 persen serta andil 0,01 persen.
Sementara itu, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga menyumbang inflasi sebesar 0,05 persen dengan andil 0,01 persen.
Di sisi lain, penurunan harga terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mengalami deflasi 0,31 persen dengan andil minus 0,03 persen, serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan yang turut mengalami deflasi tipis sebesar 0,01 persen.
"Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami deflasi sebesar 0,31 persen dengan andil deflasi 0,03 persen," jelasnya.
Secara tahunan (year on year/yoy), BPS mencatat tingkat inflasi Sumatera Selatan pada September 2026 berada di angka 2,55 persen.
Ia menyebut komoditas emas perhiasan, beras, daging ayam ras, bensin, dan minyak goreng menjadi lima penyumbang terbesar terhadap laju inflasi tahunan tersebut.
Berdasarkan sektor pengeluaran secara tahunan, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat laju inflasi tertinggi mencapai 6,90 persen dengan andil 0,58 persen.
"Kelompok makanan, minuman dan tembakau memberikan andil terbesar terhadap inflasi tahunan sebesar 0,90 persen dengan tingkat inflasi kelompok mencapai 2,89 persen," pungkasnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
KOTA MEDANSuami Lumpuh, Istri Kerja Jadi Pembantu, Keluarga Asal Medan Masuk Desil 6
Herman Saleh Harahap·34 menit yang lalu -
KOTA MEDANHari Kesaktian Pancasila, Rico Waas Tegaskan Nilai Ideologi
Herman Saleh Harahap·44 menit yang lalu -
SUMSELGubernur Sumsel Resmikan Jembatan Arisan Mendang Senilai Rp21 Miliar
Herman Saleh Harahap·52 menit yang lalu -
KRIMINALSidang Suap Bupati Langkat, Saksi Ungkap Proyek Dikendalikan Pihak Lain hingga Dugaan Pinjam Perusahaan
hendra·54 menit yang lalu -
SUMUTUpacara di Bandar Betsy, Wagub Sumut Ajak Masyarakat Amalkan Nilai Pancasila
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SUMSELSumsel Inflasi 0,21 Persen, Komoditas Pangan Jadi Pemicu Utama
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
EKONOMI28,5 Juta Rekening, Satu Pesan: Membangun Kepercayaan di Jantung Keuangan Sumatera Utara
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NEWSPRI Tancap Gas Hadapi Verifikasi KPU, Wishnu: Kami Bukan Sekadar Kosmetik Politik
hendra·1 jam yang lalu -
SUMUTPelindo Multi Terminal Branch Sibolga Gelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan