Pengamat: Mundurnya Bos Kontraterorisme AS Bongkar Lemahnya Dasar Perang Trump ke Iran
Mundurnya pejabat kontraterorisme AS dinilai bongkar lemahnya dasar perang Trump ke Iran dan picu perpecahan internal.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk menyerang Iran memicu guncangan hebat di internal elite keamanan Washington. Pengunduran diri Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional (NCTC), Joe Kent, pekan lalu menjadi sinyal kuat adanya perpecahan mendalam di lingkaran kekuasaan Negeri Paman Sam. Langkah Kent yang disertai kritik pedas terhadap kebijakan perang Trump dinilai sebagai bukti bahwa agresi militer tersebut tidak memiliki landasan strategis yang solid.
Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, menilai mundurnya Joe Kent menegaskan bahwa keputusan Trump menyerang Iran adalah langkah yang dipaksakan tanpa dasar hukum dan alasan keamanan yang kuat. Menurutnya, keraguan di internal pemerintahan inilah yang diduga membuat Trump mulai menarik diri secara perlahan dari eskalasi konflik yang kian memanas.
“Keputusan Trump menyerang Iran memang tidak memiliki dasar yang kuat. Hal ini pula yang terlihat dari langkah politik Trump yang belakangan mulai mundur perlahan, termasuk penundaan serangan ke fasilitas listrik terbesar di Iran selama beberapa hari terakhir,” ujar Hikmahanto Juwana seperti dilansir RMOL, Selasa (24/3/2026).
Dalam surat pengunduran dirinya yang menggemparkan publik, Joe Kent secara terbuka menyatakan bahwa nuraninya tidak lagi sejalan dengan kebijakan Gedung Putih. Ia menuding perang yang dimulai sejak akhir Februari tersebut dilakukan tanpa mandat resmi dari Kongres AS dan lebih banyak dipengaruhi oleh tekanan lobi luar negeri. Kent menegaskan bahwa Iran sebenarnya tidak menebar ancaman langsung yang membahayakan kedaulatan Amerika Serikat.
“Jelas bahwa kita memulai perang ini karena tekanan dari Israel dan lobi Amerika yang kuat. Iran tidak menimbulkan ancaman langsung bagi negara kita,” tulis Joe Kent dalam suratnya yang kini menjadi sorotan dunia internasional.
Narasi dari Kent ini diprediksi akan memperkuat posisi tawar Teheran di panggung diplomasi global dan memicu simpati internasional karena memosisikan AS sebagai pihak agresor tanpa alasan objektif. Namun, Presiden Trump menanggapi dingin hengkangnya Kent.
Melalui sindiran tajam, Trump justru menyebut kepergian Kent sebagai keuntungan bagi pemerintahannya. "Dia orang baik, tapi lemah dalam masalah keamanan. Surat pengunduran dirinya justru membuktikan bahwa memang lebih baik dia keluar," tandas Trump.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
ENTERTAIMENTNonton Perdana 'Jamin Setia Selamanya', Rico Waas Apresiasi Djamin Ginting
Herman Saleh Harahap·5 menit yang lalu -
KESEHATANKasus Influenza A Naik, Dinkes Medan Siagakan Faskes
Herman Saleh Harahap·49 menit yang lalu -
SUMSELPolda Sumsel Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Cegah Narkoba
Herman Saleh Harahap·58 menit yang lalu -
KOTA MEDANTerima Audiensi Buddhis Tamil Nusantara, Rico Waas: Keberagaman Kekuatan Medan
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
KRIMINALPraperadilan Parlindungan Silitonga, Ahli Soroti Prosedur Polrestabes
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SEPAKBOLABantai Bangladesh 9-2, Indonesia Melaju ke Final ASEAN FIFA
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
NEWSKM Kelud Siap Bawa Penumpang dari Belawan Menuju Tanjung Priok
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
-
-
KOTA MEDANSuami Lumpuh, Istri Kerja Jadi Pembantu, Keluarga Asal Medan Masuk Desil 6
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan