Sumut Inflasi 0,14 Persen, Tertinggi di Gunungsitoli
BPS mencatat inflasi Sumut 0,14 persen pada September 2026, dengan inflasi tahunan 2,71 persen dan Gunungsitoli tertinggi 4,40 persen.
Nusantaraterkini.co, MEDAN — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara mencatat inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 2,71 persen pada September 2026, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 114,12. Secara bulanan (month-to-month/m-to-m), Sumatera Utara mengalami inflasi sebesar 0,14 persen, sedangkan tingkat inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) berada di angka 1,67 persen.
Kepala BPS Provinsi Sumatera Utara, Asim Saputra, menyampaikan, dinamika harga secara umum menunjukkan tren peningkatan dibanding tahun lalu. Bahkan, kata dia, kenaikannya terus terjadi.
"Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebelas indeks kelompok pengeluaran," ujar Asim Saputra.
Kenaikan harga tahunan paling tinggi tercatat pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 7,07 persen dengan andil 0,44 persen. Emas perhiasan menjadi komoditas utama pendorong inflasi tahunan dengan andil sebesar 0,36 persen, diikuti daging ayam ras sebesar 0,33 persen, bensin 0,21 persen, cabai rawit 0,17 persen, serta beras dan minyak goreng masing-masing 0,14 persen.
"Tekanan inflasi tahunan tersebut ditahan oleh penurunan harga cabai merah yang memberikan andil deflasi 0,34 persen dan bawang merah sebesar 0,28 persen," lanjut Asim.
Tertinggi di Gunungsitoli
Di sisi lain, dari delapan kabupaten dan kota pemantauan IHK di Sumatera Utara, seluruh daerah mengalami inflasi. Inflasi tahunan tertinggi terjadi di Kota Gunungsitoli sebesar 4,40 persen dengan IHK 117,12, sedangkan inflasi terendah tercatat di Kabupaten Deliserdang sebesar 2,29 persen dengan IHK 114,55.
:Untuk Kota Medan, inflasi tahunan berada di angka 2,59 persen dengan inflasi bulanan sebesar 0,04 persen," sebut Asim.
Dari komoditas, lanjut Asim, komoditas utama yang mendorong inflasi bulanan mencakup cabai merah dengan andil 0,35 persen, daging ayam ras sebesar 0,11 persen, serta beras sebesar 0,02 persen.
"Kenaikan harga pada komoditas pangan pokok tersebut membendung laju penurunan harga komoditas lain seperti tomat dan cabai rawit yang masing-masing memberikan andil deflasi bulanan sebesar 0,09 persen dan 0,07 persen," pungkasnya.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KOTA MEDANTerima Audiensi Buddhis Tamil Nusantara, Rico Waas: Keberagaman Kekuatan Medan
Herman Saleh Harahap·16 menit yang lalu -
KRIMINALPraperadilan Parlindungan Silitonga, Ahli Soroti Prosedur Polrestabes
Herman Saleh Harahap·40 menit yang lalu -
SEPAKBOLABantai Bangladesh 9-2, Indonesia Melaju ke Final ASEAN FIFA
Herman Saleh Harahap·53 menit yang lalu -
NEWSKM Kelud Siap Bawa Penumpang dari Belawan Menuju Tanjung Priok
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
-
-
KOTA MEDANSuami Lumpuh, Istri Kerja Jadi Pembantu, Keluarga Asal Medan Masuk Desil 6
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
KOTA MEDANHari Kesaktian Pancasila, Rico Waas Tegaskan Nilai Ideologi
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
SUMSELGubernur Sumsel Resmikan Jembatan Arisan Mendang Senilai Rp21 Miliar
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
KRIMINALSidang Suap Bupati Langkat, Saksi Ungkap Proyek Dikendalikan Pihak Lain hingga Dugaan Pinjam Perusahaan
hendra·2 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan