Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan Rabu (2/7) pagi harga minyak mentah terkoreksi tipis namun tetap stabil di level US$ 65 per barel.
Harga minyak mentah west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus 2025 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 65,42 per barel, turun 0,04% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 65,45 per barel.
Harga minyak stabil setelah kenaikan moderat kemarin. Ketegangan di Timur Tengah dan stok minyak AS menjadi fokus investor.
Baca Juga : Harga Minyak Mentah Terkoreksi Dipicu Pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Volodymyr Zelenskiy
Mengutip Bloomberg, Iran diberitakan telah memutus komunikasi dengan pejabat pengawas utama PBB, memperdalam ketidakpastian atas status program nuklirnya.
Dan menimbulkan ambiguitas tambahan pada pertikaian diplomatik dengan AS.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan Israe telah menyetujui persyaratan yang diperlukan untuk gencata senjata selama 60 hari di Gaza.
Baca Juga : Harga Minyak Mentah Turun Hampir US$1
Di AS, American Petroleum Institute melaporkan penurunan stok minyak AS sebanyak 1,4 juta barel pada pekan lalu di pusat penyimpanan minyak Cushing, Oklahoma.
Penurunan ini diperkirakan akan menjadi yang terbesar sejak Januari.
Aktivitas perdagangan minyak berjangka telah menurun sejak perang Israel-Iran, dengan volatilitas kembali ke level sebelum perang.
Kekhawatiran kemungkinan akan kembali karena perkiraan kelebihan pasokan minyak pada akhir tahun ini setelah perkiraan adanya kesepakatan peningkatan produksi minyak pada pertemuan OPEC+ akhir pekan ini.
(wiwin/nusantaraterkini.co)
