Nusantaraterkini.co, Medan – Harga ikan laut di Pasar MNTC meroket signifikan pada Rabu (2/10/2024).
Ikan seperti tongkol dan kembung kini dipatok seharga Rp30.000 hingga Rp45.000 per kilogram.
Kenaikan serupa terjadi pada ikan air tawar seperti nila dan jahir yang mencapai Rp37.000 hingga Rp40.000 per kilogram.
Baca Juga : Krisis BBM di Padangsidimpuan, Pedagang Kecil Mengeluh
Situasi ini mendorong konsumen lebih memilih daging ayam ras yang harganya lebih terjangkau, berkisar Rp28.000 hingga Rp30.000 per kilogram.
Joni, seorang pedagang ikan laut di pasar tersebut, mengaku kesulitan dalam menjual dagangannya akibat lonjakan harga ini.
"Pembeli lebih memilih ayam karena lebih murah. Biasanya mereka beli 2 kilogram ikan, sekarang hanya setengah kilogram, atau bahkan tidak beli sama sekali," ujarnya.
Baca Juga : Komisi VI Desak Kemendag Gerak Cepat Kendalikan Harga Sembako
Joni mengatakan bahwa jumlah ikan yang terjual kini menurun drastis.
"Dulu bisa jual 50 kilogram sehari, sekarang paling cuma 20 kilogram, dan sering tidak habis."
Baca Juga : Wapadai 10 Ikan ini Mengandung Merkuri Tinggi, Banyak yang Konsumsi
Menurut Joni, kenaikan harga ini berdampak besar pada penghasilannya.
"Pedagang kecil seperti kami sangat terpukul. Pembeli lebih sepi karena mereka mencari alternatif yang lebih murah," ungkapnya.
Dia berharap agar harga segera stabil agar penjualan kembali normal.
Baca Juga : Viral, Ikan Mirip Sapi, Apa Jenisnya?
Seorang konsumen bernama Restina mengaku lebih memilih ayam hingga harga ikan kembali turun.
"Kalau terus begini, saya lebih baik beli ayam," katanya.
Restina juga mengkhawatirkan dampak kenaikan harga ikan pada bahan pangan lainnya.
"Saya khawatir nanti harga ayam juga ikut naik."
Baca Juga : Hambat Pertumbuhan UMKM, Komisi VI Dukung Penataan Izin Ritel Modern
Lonjakan harga ikan laut ini telah memengaruhi tren belanja di Pasar MNTC, di mana banyak pembeli beralih ke ayam. Sementara itu, pedagang berharap harga segera terkendali.
(cw9/Nusantaraterkini.co)
