Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Harga Emas Dunia Bergerak Naik 0,2% ke Level US$3.183,20 Per Ons Troi

Editor:  Team
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
harga emas spot naik 0,2% ke level US$3.183,20 per ons troi pada pukul 07.33 WIB. Sementara kontrak berjangka emas AS (gold futures) justru sedikit turun 0,1% menjadi US$3.185,60 per ons troi.

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan Kamis (15/5/2025) harga emas dunia bergerak menguat tipis seiring aksi beli investor yang memanfaatkan pelemahan harga ke level terendah dalam sebulan.

BACA: Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Rabu 14 Mei 2025

Pasar kini menantikan rilis data inflasi produsen (Producer Price Index/PPI) Amerika Serikat untuk memperoleh arah ekonomi yang lebih jelas.

Baca Juga : Harga Emas Antam Hari Ini 4 Februari 2026 Melonjak Drastis ke Rp2.946.000 per Gram!

Melansir Reuters, harga emas spot naik 0,2% ke level US$3.183,20 per ons troi pada pukul 07.33 WIB. Sementara kontrak berjangka emas AS (gold futures) justru sedikit turun 0,1% menjadi US$3.185,60 per ons troi.

BACA: Harga Emas Antam Mulai Naik Rp2.000 Dibanderol Rp1.886.000 Per Gram di Perdagangan Rabu (14/5/2025)

Pada sesi sebelumnya, harga emas spot sempat menyentuh titik terendah sejak 10 April setelah AS dan China sepakat menurunkan tarif secara signifikan dan menerapkan jeda 90 hari dalam sengketa dagang, meredakan kekhawatiran akan dampak perang dagang dua ekonomi terbesar dunia itu.

Baca Juga : Harga Emas Tahun 2026 Masih Bullish

Sebagaimana diketahui, AS dan China saling memberlakukan tarif impor bulan lalu, memicu ketegangan perdagangan yang dikhawatirkan dapat menyeret ekonomi global ke jurang resesi.

Namun dalam situasi penuh ketidakpastian, emas tetap menjadi pilihan lindung nilai yang populer. Logam mulia ini juga cenderung diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah.

Bank Sentral AS (The Fed) saat ini memilih menahan suku bunga sembari mencermati dampak lanjutan dari kebijakan tarif Presiden Donald Trump terhadap harga-harga dan aktivitas ekonomi.

Namun sejauh ini, data ekonomi AS belum memberikan sinyal kuat sebagai pijakan kebijakan moneter berikutnya.

Fokus pasar kini tertuju pada rilis data inflasi produsen AS yang akan diumumkan hari ini, menyusul data inflasi konsumen (CPI) sebelumnya yang menunjukkan angka di bawah ekspektasi. Data tersebut dapat menjadi petunjuk penting arah suku bunga ke depan.

Pasar saat ini memprediksi pemangkasan suku bunga sebesar 50 basis poin pada tahun ini, yang diperkirakan akan dimulai pada bulan Oktober.

(wiwin/nusantaraterkini.co)