Harga Bitcoin Masih Bergerak Fluktuatif Terduduk di Level US$ 82.922,80
Pada perdagangan Rabu (19/3/2025) Coinmarketcap mencatat, harga Bitcoin di level US$ 82.922,80. Angka ini turun 0,11% secara harian tetapi meningkat 1
Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan Rabu (19/3/2025) Coinmarketcap mencatat, harga Bitcoin di level US$ 82.922,80. Angka ini turun 0,11% secara harian tetapi meningkat 1,5% secara mingguan.
Harga Bitcoin (BTC) masih bergerak fluktuatif. Di lain sisi, koin-koin alternatif atau altcoin justru menunjukkan tren peningkatan harga mingguan. Kendati begitu, Bitcoin tetap menjadi rekomendasi untuk saat ini.
Sementara sejumlah altcoin menunjukkan performa yang lebih baik. Misalnya, Binance (BNB) naik 13,03% secara mingguan, Polkadot (DOT) naik 14,12%, Toncoin (TON) menguat 36,68% per Rabu (19/3) pukul 12.20 WIB.
CEO Triv Gabriel Rey menilai, pergerakan positif pada harga altcoin umumnya terjadi karena dorongan kejadian yang spesifik mendorong harga altcoin tertentu.
Misalnya pada BNB, harga terkerek naik pasca peluncuran Binance Alpha 2.0 yang memungkinkan pengguna membeli token secara langsung.
Secara khusus, Gabriel menilai, fitur baru pada platform BNB ini merupakan terobosan atraktif yang menjadi katalis utama peningkatan harga koin BNB.
"Tapi secara overall kondisi altcoin saat ini masih turun," kata Gabriel.
Kendati begitu, Gabriel merekomendasikan investor untuk memperhatikan altcoin yang telah mendapat izin ETF (exchange-traded fund).
Koin kripto yang telah berbasis ETF memiliki kelebihan keamanan dan kemudahan akses bagi investor karena diperdagangkan di bursa saham selayaknya saham biasa.
Untuk diketahui, sejumlahi altcoin yang telah diajukan untuk ETF di antaranya XRP, Solana, Dogecoin, Litecoin, dan terbaru Sui.
Namun, Gabriel mengingatkan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah memastikan hanya sejumlah koin buatan AS yang dibuat ETF. Koin-koin itulah yang dapat menjadi pilihan bagi investor.
"Itu koin-koin yang bisa investor kripto perhatikan dan mungkin simpan dalam jumlah 10%–20% dari portofolio," kata Gabriel.
Meski belum menunjukkan peningkatan yang signifikan, calon koin ETF dapat mulai diakumulasi. Menurut Gabriel, momentum koreksi ini menjadi saat yang tepat untuk masuk. Pasalnya, setelah berbasis ETF, koin-koin itu pasti mengalami inflow.
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
KRIMINALPolisi Bekuk Pelaku Pembobolan Ruang Guru SMP Muhammadiyah 3 Palembang
Rozie Winata·3 menit yang lalu -
EKONOMIDPR Desak Pemerintah Perkuat Perlindungan UMKM dari Impor Ilegal dan Persaingan Tidak Sehat
Rozie Winata·13 menit yang lalu -
SUMSELPemprov Sumsel Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Selama Sebulan, Warga Diimbau Manfaatkan Diskon dan Bebas Denda
Rozie Winata·45 menit yang lalu -
SEPAKBOLAKejar Agresivitas Gol, John Herdman Optimis Bawa Indonesia ke Final ASEAN Cup 2026
Rozie Winata·53 menit yang lalu -
SUMUTPemko Padangsidimpuan dan Satgas PRR Genjot Percepatan Rekontruksi Pascabencana
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
INTERNASIONALKrisis Demografi: Populasi Jepang Anjlok 2,5 Persen dalam Sensus Terbaru
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
SUMATERA TERKINIWabup Pasaman Apresiasi Program Jemari Kejaksaan Negeri
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu -
OLAHRAGAIndonesia Tempati Peringkat 13 Perolehan Medali Asian Games 2026
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu -
-
Semua berita sudah ditampilkan