Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Harga Ayam Melonjak, Pembeli Beralih ke Ikan Laut

Editor:  Feriansyah Nasution
Reporter: Elvirida Lady Angel Purba
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Pedagang Ayam Ikhlas di Pasar MMTC. ( Foto: Elvirida Lady Angel Purba/ Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Berdasarkan pantauan di lapangan di Pasar MMTC, harga ayam potong terus mengalami kenaikan signifikan, mencapai Rp 33.000 hingga Rp 35.000 per kilogram. Kenaikan harga ini dipicu oleh terbatasnya pasokan ayam, sementara permintaan dari masyarakat tetap tinggi, terutama menjelang akhir tahun. Akibatnya, banyak pembeli yang mulai beralih ke ikan laut sebagai alternatif yang lebih terjangkau.

Para pedagang ayam di pasar mengakui bahwa harga tinggi ini dipengaruhi oleh keterbatasan stok dari pemasok. Ardi, salah seorang pedagang, menjelaskan situasi yang ia hadapi. 

“Pasokan dari pemasok nggak sebanyak biasanya, sementara permintaan terus ada, jadi harga naik. Kebetulan juga kami dapat dari sana juga mahal. Banyak pelanggan yang terpaksa mengurangi beli ayam,” kata Ardi.

Baca Juga : Harga Minyak Mentah Melonjak Dipicu Serangan Amerika Serikat Terhadap Situs Nuklir Iran

Di sisi lain, pedagang ikan laut justru merasakan peningkatan pembeli dalam beberapa hari terakhir. Menurut Lina seorang pedagang ikan di Pasar MMTC, kenaikan harga ayam membawa keuntungan baginya. 

“Sekarang makin banyak yang beli ikan. Ikan laut seperti tongkol, kembung, sama sarden jadi pilihan karena harganya lebih terjangkau dari ayam,” ujarnya.

Pembeli di Pasar MMTC juga mengaku harus mengubah kebiasaan belanja mereka. Vany, seorang pelanggan, mengatakan bahwa ia kini lebih memilih membeli ikan laut daripada ayam.

Baca Juga : Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah akan Dibuka dengan Terapresiasi Pagi Ini

 “Biasanya saya beli ayam buat stok masak di rumah. Tapi sekarang, karena harganya mahal, saya lebih sering beli ikan. Harganya lebih murah dan keluarga tetap suka,” tutupnya. (cw9/nusantaraterkini.co)