Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Analis Pasar: IHSG Masih Rawan Terkoreksi akan Dibayangi Aksi Profit Taking

Editor:  Team
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,72% atau 53,45 poin ke level 7.344,73. Koreksi IHSG diperkirakan akan berlanjut pada perdagangan Rabu (23/7).

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada akhir perdagangan Selasa (22/7/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,72% atau 53,45 poin ke level 7.344,73. Koreksi IHSG diperkirakan akan berlanjut pada perdagangan Rabu (23/7).

Menanggapi hal tersebut, Direktur PT Kanaka Hita Solvera Daniel Agustinus mengatakan, IHSG cenderung mengalami pelemahan dan profit taking.

“Investor masih cenderung menunggu hasil laporan keuangan kuartal II yang diperkirakan akan mulai keluar pekan ini,” ujarnya.

Baca Juga : IHSG Tertekan 4,73% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Susut Rp705 Triliun

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana bilang, pergerakan IHSG ditutup terkoreksi dan dibebani oleh indeks IDX Basic Materials. Pergerakan IHSG ini sejalan dengan pergerakan mayoritas bursa global dan Asia. 

Di sisi lain, diperkirakan terjadi aksi profit taking, yang mana hal ini cukup wajar mengingat IHSG sudah rally naik selama 11 hari.

Daniel melihat, IHSG diperkirakan akan kembali melanjutkan pelemahan ke level 7.220-7.310 pada perdagangan Rabu (23/7). 

Baca Juga : Rupiah Dibuka Melemah ke Rp16.881 per Dolar AS, Tertekan Pergerakan Mata Uang Asia

"Sentimen pergerakannya besok masih relatif sama dengan hari ini, belum ada data perekonomian terbaru," paparnya.

Investor disarankan Daniel bisa mencermati saham ADRO dengan target harga Rp 2.100 per saham, ADMR Rp 1.200 per saham, dan UNVR Rp 1.700 per saham.

Sementara, Herditya memperkirakan IHSG masih rawan bergerak terkoreksi dengan area support 7.311 dan resistance 7.401. 

"Kami perkirakan, IHSG masih akan dibayangi aksi profit taking," ungkapnya. 

Herditya menyarankan investor untuk mencermati saham AMRT dengan target harga Rp 2.290 - Rp 2.430 per saham, PGEO Rp 1.740 - Rp 1.850 per saham, dan ADRO Rp 2.080 - Rp 2.160 per saham.

(wiwin/nusantaraterkini.co)