Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Hamas Geram Negosiasi Tak Ada Kemajuan: Taktik Israel Nambah Waktu Tuk Lakukan Genosida di Gaza

Editor:  hendra
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Tentara Israel bekerja di dekat kendaraan militer selama operasi darat, di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Islam Palestina Hamas, di lokasi yang disebut sebagai Gaza, Kamis (9/11/2023). Foto: Pasukan Pertahanan Israel/Handout via REUTERS

nusantaraterkini.co, MEDAN - Pejabat senior Hamas, Osama Hamdan, menyatakan negosiasi untuk kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan sandera dengan Israel belum menunjukkan kemajuan, Sabtu (29/6/2024). 

Osama Hamdan mengira langkah itu hanya taktik Israel menambah waktu untuk melakukan genosida di Gaza.

Bulan lalu, Presiden AS Joe Biden mengajukan proposal yang menurutnya diusulkan Israel. Rencana itu mencakup gencatan senjata enam minggu, penarikan pasukan Israel dari area padat penduduk, dan pembebasan beberapa sandera sebagai imbalan atas pembebasan tahanan Palestina yang ditahan di Israel.

Baca Juga : Donald Trump: Pelucutan Senjata Hamas Syarat Mutlak Damai Gaza Fase Kedua

Menurut situs berita AS Axios, tiga sumber mengatakan bahwa Washington sudah menyampaikan "bahasa baru" untuk beberapa bagian dari kesepakatan yang diusulkan.

Pada Sabtu, Hamdan mengonfirmasi bahwa Hamas menerima proposal terbaru tersebut pada 24 Juni, namun tidak ada hal baru dalam isi proposal itu.

"Kami bisa katakan bahwa belum ada kemajuan nyata dalam negosiasi untuk menghentikan agresi (Israel) sejauh ini," ujarnya dalam konferensi pers, seperti dikutip dari Reuters.

Baca Juga : Hamas Konfirmasi Kematian Abu Ubaida dan Sejumlah Komandan dalam Perang Gaza

Rencana yang diajukan oleh Biden belum berhasil mencapai kesepakatan, kedua belah pihak tetap pada tuntutan masing-masing.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tetap akan melanjutkan perang sampai Hamas benar-benar dikalahkan dan semua sandera dibebaskan.

Sementara Hamas bersikeras pada gencatan senjata permanen dan penarikan penuh pasukan Israel dari Jalur Gaza.

Baca Juga : Rusia dan Ukraina Sepakati Pertukaran Tawanan Perang Skala Besar

"(Proposal itu) hanya membuang-buang waktu dan memberikan waktu tambahan bagi pendudukan (Israel) untuk melakukan genosida,” tutur Hamdan.

Ia juga mengatakan Hamas ditekan untuk menerima kesepakatan Israel "tanpa modifikasi."

(Dra/nusantaraterkini.co)