Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Hadiri Hajatan Selamatan Bayi, 20 Warga di Magetan Keracunan Makanan

Editor:  Redaksi2
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan Rohmat Hidayat. Sebanyak 20 warga Desa Dukuh diduga mengalami keracunan makanan hajatan selapanan bayi berupa nasi urap dan ayam yang disajikan dalam hajatan. Dari 20 kondisi warga yang mengalami keracunan kondisinya mulai membaik(KOMPAS.COM/SUKOCO)

Nusantaraterkini.co, JATIM - Puluhan warga Desa Dukuh, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mengalami mual, pusing dan muntah usai menghadiri hajatan selamatan bayi yang baru lahir.

Diduga, mereka keracunan makanan yang dihidangkan tuan rumah. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan Rohmat Hidayat mengatakan, sebanyak 20 warga dilarikan ke puskesmas usai menyantap menu nasi urap yang dihidangkan pemilik rumah.

"Kejadiannya pada Hari Rabu (28/2/2024) kemarin. Mereka ini menyantap makanan selamatan selapanan bayi. Setelah itu mereka mengalami mual, pusing dan muntah serta diare. Diduga keracunan," ujarnya melalui sambungan telepon, dilansir Kompas.com, Jumat (1/3/2024).

Baca Juga : Polsek MBG Dibakar, Kapolres Madina Akui Kesalahannya di Depan Masyarakat

Rohmat menambahkam, dari 20 warga yang mengalami gejala keracunan, lima di antaranya saat ini masih menjalani perawatan di puskesmas Kecamatan Lembeyan karena kondisinya masih lemah.

"Dari 20 orang, yang lima orang masih menjalani rawat inap yang lainnya menjalani rawat jalan. Yang menjalani perawatan karena kondisinya butuh infus," imbuhnya.

Pihaknya telah mengambil spesimen makanan yang disantap warga dan saat ini telah dikirim ke Surabaya untuk dilakukan penelitian.

Baca Juga : Warga Korban Banjir di Aceh Tamiang Antusias Tunggu Kedatangan Presiden Prabowo

"Kita sudah kirim spesimen dari makanan yang disantap warga dan dari pantauan seluruh korban keracunan kondisinya mulai membaik," uca Rohmat Hidayat. (rsy/nusantaraterkini.co)