Hadapi Tantangan Era Digital, Pesantren Dituntut Jadi Ruang Riset dan Inovasi
Pesantren didorong menjadi pusat riset dan inovasi agar mampu menjawab tantangan era digital dan perubahan global.
Nusantaraterkini.co, CIREBON – Lingkungan pesantren dan Nahdlatul Ulama (NU) didorong untuk memberikan perhatian serius terhadap pengembangan budaya riset serta inovasi demi menjawab tantangan zaman yang bergerak cepat. Hal tersebut ditegaskan oleh intelektual NU, KH Imam Jazuli, dalam acara Pendidikan Menengah Kepemimpinan Nahdlatul Ulama (PMKNU) yang digelar di Cirebon, Sabtu (16/5/2026).
Kiai Imam menyatakan bahwa penguatan tradisi berpikir kritis sangat krusial agar melahirkan generasi yang adaptif terhadap perubahan sosial, ekonomi, hingga perkembangan teknologi global.
Meskipun pesantren selama ini dikenal memiliki kekuatan besar dalam membentuk karakter, spiritualitas, dan tradisi keilmuan, tantangan masa depan menuntut transformasi yang lebih besar. Kiai Imam menekankan bahwa lembaga pendidikan Islam tradisional ini harus memperluas perannya agar tidak mandek sebagai tempat penyampaian materi keagamaan normatif semata.
“Pesantren jangan hanya menjadi tempat transfer ilmu, tetapi juga harus mulai menjadi pusat lahirnya gagasan, riset, dan inovasi,” ujar Kiai Imam, seperti dilansir RMOL, Minggu (17/5/2026).
Menurutnya, kader muda NU saat ini perlu dibiasakan memiliki pola pikir yang lebih terbuka, kritis, serta mampu membaca pergeseran kontekstual di tengah masyarakat, bukan sekadar memahami teks keagamaan secara kaku. Optimisme ini didasari oleh potensi besar yang dimiliki oleh organisasi penopangnya.
“NU memiliki sumber daya besar. Tinggal bagaimana kita membangun kultur belajar, diskusi, riset, dan inovasi yang lebih kuat di lingkungan pesantren maupun organisasi,” tambah Kiai Imam.
Melalui forum PMKNU tersebut, para peserta tidak hanya dibekali dengan wawasan ke-NU-an, tetapi juga dilatih untuk membangun pola pikir pencarian solusi (problem solving) dan berpikir sistemik (system thinking) agar dapat melihat persoalan umat secara komprehensif. Proses kaderisasi kepemimpinan ini turut mengangkat berbagai isu aktual mulai dari transformasi digital, ekonomi umat, media sosial, hingga tantangan algoritma.
Senada dengan hal tersebut, tokoh muda NU lainnya seperti Gus Ipang Wahid dan Gus Miftah yang turut hadir juga menyuarakan pentingnya transformasi pesantren agar eksistensinya tetap relevan dan mampu memimpin perubahan di era modern.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SUMSELJob Fair Sumsel Sediakan 2.500 Lowongan, Gubernur Minta Hapus Syarat Batas Usia
Herman Saleh Harahap·19 menit yang lalu -
SUMUTKAI Sumut Tambah Jadwal KA Datuk Blambangan Rute Tebingtinggi–Siantar, Tarif Hanya Rp5 Ribu
Rozie Winata·27 menit yang lalu -
NASIONALPemerintah Pangkas Bunga UMKM Jadi 8 Persen dan Ambil Alih Kebun Ilegal
Herman Saleh Harahap·42 menit yang lalu -
NEWSSoal Penyadapan, Golkar: Jika Terbukti Makar, Tindak Tegas
Herman Saleh Harahap·51 menit yang lalu -
-
HUKUM DAN KRIMINALJokowi Ditegur Hakim Saat Sidang Kasus Roy Suryo
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALJokowi Hadiri Sidang Soal Ijazah Ditemani Kaesang dan Kahiyang
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SUMUTSebanyak 1.341 Kejadian Kekerasan Perempuan dan Anak di Sumut Hingga November
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
NEWSPenggerebekan Pesantren Sukoharjo, DPR Minta Penegak Hukum Lebih Profesional
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
NEWSAksi Kelompok LSP Ancaman Fatal bagi Reputasi Indonesia di Arena Global
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan