Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Gunung Lewotolok Level Siaga, 116 Warga Mengungsi ke Rumah Keluarga

Editor:  Redaksi2
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Visual Gunung Ile Lewotolok pada Selasa (12/3/2024) (Dokumen PGA Ile Lewotolok)

Nusantaraterkini.co, NTT - Sebanyak 116 warga yang menetap di lereng Gunung Ile Lewotolok, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai mengungsi secara mandiri.

Ratusan pengungsi ini merupakan warga Desa Jontona, Kecamatan Ile Ape Timur. Mereka memilih mengungsi karena aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok meningkat.

Ditambah lagi, selama beberapa terakhir area puncak gunung dan sekitarnya dilanda hujan deras.

Baca Juga : Status Gunung Ibu Turun ke Level Siaga, Pengungsi Akan Dipulangkan

"Mereka mengungsi mandiri ke rumah keluarga di desa tetangga ataupun ke Kota Lewoleba. Untuk sementara total yang mengungsi 116 orang," ujar Camat Ile Ape Timur, Nikolaus Ola Watun, dilansir Kompas.com, Selasa (12/3/2024).

Nikolaus mengatakan, hingga saat ini belum ada bantuan logistik yang diberikan kepada para pengungsi. Untuk sementara kebutuhan logistik ditalangi keluarga masing-masing.

Dia juga mengungkapkan, sejak sepekan terakhir area puncak gunung api setinggi 1.424 meter dari permukaan laut (mdpl) itu dilanda hujan dengan intensitas tinggi.

Baca Juga : Ribuan Warga Sipil di Gaza Mengungsi dengan Segala Cara dari Serangan Israel

Warga sekitar dilarang beraktivitas di radius 4 kilometer dari puncak, serta selalu siaga terhadap ancaman banjir lahar dingin.

"Imbauan sudah ada dan disampaikan secara rutin desa-desa di kaki Gunung Ile Lewotolok," kata dia.

Nikolaus menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan serta mendata warga yang akan memilih untuk mengungsi.

Baca Juga : Banjir di Gorontalo, Lebih dari 7.000 Orang Mengungsi

"Untuk sementara belum ada penambahan pengungsi. Kita masih pantau dan kalau ada penambahan akan kami informasikan," pungkas dia.

Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok melaporkan, status gunung tersebut masih berada di level III siaga.

Warga sekitar maupun wisatawan diimbau agar tetap mengikuti rekomendasi yang telah dikeluarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). (rsy/nusantaraterkini.co)