Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Guncangan Kuat Magnitudo 5,7 di Bangladesh Tewaskan Tiga Orang, Dhaka Alami Kerusakan ​

Editor:  Herman Saleh Harahap
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Warga di dekat reruntuhan akibat gempa bumi di Dhaka, Bangladesh (21/11/2025).(foto:istimewa)

Nusantaraterkini.co, DHAKA – Sebuah gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,7 mengguncang Bangladesh pada Jumat (21/11/2025), menyebabkan sedikitnya tiga orang tewas dan melukai sejumlah lainnya.

Guncangan kuat tersebut dilaporkan merusak beberapa struktur bangunan, bahkan di Ibu Kota Dhaka yang padat penduduk.

Baca Juga : Penjelasan BMKG Terkait Gempa Tektonik Magnitudo 4,9 di Aceh Besar dan Dampaknya

Otoritas kepolisian mengonfirmasi bahwa tiga korban meninggal dunia terjadi akibat insiden tragis di mana pagar pembatas dari lantai enam sebuah gedung ambruk saat gempa melanda. Sementara itu, dinas pemadam kebakaran melaporkan adanya korban luka yang diakibatkan oleh material bangunan, seperti batu bata dan semen, yang jatuh dari struktur yang sedang dalam tahap konstruksi.

​Pusat Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat pusat gempa berada di dekat Kota Narsingdi, berjarak sekitar 40 kilometer sebelah timur Dhaka. Guncangan yang terasa sangat keras sontak memicu kepanikan massal di kalangan warga Ibu Kota.

​"Kami merasakan getaran kuat dan bangunan bergoyang seperti pohon. Tangga penuh sesak karena semua orang berlarian turun. Semua ketakutan, anak-anak menangis," ujar Suman Rahman, seorang warga Dhaka, menggambarkan situasi mencekam yang terjadi.

Baca Juga : Pagi-pagi, Gempa Tektonik Magnitudo 5.3 Guncang Pidie Aceh 

​Warga berhamburan keluar dari rumah dan gedung-gedung tinggi, di mana beberapa struktur semi permanen dilaporkan ambruk akibat getaran.

Meskipun kerusakan signifikan terpusat di Bangladesh, guncangan gempa juga terasa hingga negara bagian di India bagian timur yang berbatasan langsung. Namun, otoritas India melaporkan bahwa tidak ada kerusakan besar yang ditemukan di wilayah mereka.

Menyikapi bencana ini, Pemerintah sementara Bangladesh meminta masyarakat untuk tetap tenang dan waspada.

Kepala pemerintahan sementara, Muhammad Yunus, menegaskan bahwa langkah-langkah penanganan darurat telah diaktifkan.

“Semua orang diminta tetap waspada dan tidak mempercayai rumor atau disinformasi,” tegas Yunus dalam pernyataan resminya, seperti dilansir RMOL.

(*/Nusantaraterkini.co)