Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Gubernur Sumsel Desak Jembatan P6 Lalan Rampung Januari 2027, Minta Jadwal Pekerjaan Dipasang Terbuka

Gubernur Sumsel Herman Deru meminta revitalisasi Jembatan P6 Lalan rampung Januari 2027 dan jadwal pekerjaan dipasang terbuka untuk publik.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru menuntut komitmen tegas dari Asosiasi P6 Lalan dan pihak kontraktor untuk merampungkan revitalisasi Jembatan P6 Lalan di Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), paling lambat akhir Januari 2027. (foto: pemprov sumsel)
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru menuntut komitmen tegas dari Asosiasi P6 Lalan dan pihak kontraktor untuk merampungkan revitalisasi Jembatan P6 Lalan di Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), paling lambat akhir Januari 2027. (foto: pemprov sumsel)
A A

Nusantaraterkini.co, - Gubernur Sumatera Selatan, menuntut komitmen tegas dari Asosiasi P6 dan pihak kontraktor untuk merampungkan revitalisasi di Kecamatan Lalan, Kabupaten (Muba), paling lambat akhir Januari 2027.

Tuntutan tersebut disampaikan Herman Deru saat meninjau langsung progres pembangunan tersebut pada, Minggu (6/9/2026).

“Saya minta Asosiasi P6 selaku pengguna dan kontraktor ini, ayo kita pakai hati untuk menyelesaikan ini. Kalau saya mau menggunakan kewenangan, sebenarnya saya lebih bisa. Tapi ayo selesaikan ini. Ada anak sekolah yang menunggu jembatan ini selesai, ada pedagang dan petani yang terganggu,” ujar Deru dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (7/9/2026).

Deru meminta seluruh jajaran pemangku kepentingan untuk memprioritaskan kepentingan warga yang akses transportasi serta aktivitas ekonominya terganggu akibat keterlambatan proyek.

“Saya minta paling lambat seminggu papan jadwal itu dipasang di dekat jembatan. Agar masyarakat tahu kapan rangka tersambung, kapan mulai dicor, dan kapan selesai sesuai yang dijanjikan hari ini di hadapan masyarakat,” tegasnya.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru menuntut komitmen tegas dari Asosiasi P6 Lalan dan pihak kontraktor untuk merampungkan P6 Lalan di Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), paling lambat akhir Januari 2027. (foto: pemprov )

Pemasangan papan jadwal secara terbuka di area proyek dinilai penting sebagai sarana transparansi publik, sekaligus kontrol sosial atas komitmen kerja yang telah disepakati.

“Pemasangan papan jadwal ini penting agar masyarakat dapat melihat secara langsung komitmen Asosiasi P6 dan kontraktor, dan tentu agar masyarakat tahu bahwa pemerintah sudah hadir dan berkomitmen mendorong penyelesaian revitalisasi ini,” imbuhnya.

Keterlambatan pengerjaan jembatan yang semula ditargetkan rampung pada akhir tahun 2025 tersebut, memicu evaluasi mendalam terkait skema konstruksi di alur pelayaran sungai.

Guna menghindari risiko benturan dengan kapal tongkang yang melintas di alur sungai, pihak kontraktor mengubah metode pemasangan rangka jembatan dari skema steger menjadi metode pilon dengan memanfaatkan tiang menara utama.

Perwakilan Kontraktor, Bagus menyampaikan jika perubahan skema tersebut membutuhkan waktu persiapan ulang. Namun, pengerjaan rangka ditargetkan mulai berjalan pada pertengahan Desember.

“Perubahan metode dari steger menjadi pilon membuat kami membutuhkan waktu kembali untuk melakukan persiapan. Namun kami menargetkan pada pertengahan Desember rangka jembatan sudah dapat mulai dikerjakan dengan metode pilon,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi P6 Lalan, Humala, memaparkan rincian tahapan pengerjaan hingga jembatan siap digunakan oleh masyarakat.

“Kami menargetkan P6 Lalan dapat rampung disambungkan paling lambat pada akhir Januari 2027. Setelah itu kita baru bisa cor. Ini memakan waktu sekitar satu sampai satu setengah bulan, jadi kemungkinan bisa dilintasi akhir Februari atau awal Maret 2027,” ucapnya.

Sementara itu. Wakil Bupati , Abdur Rohman Husen mengapresiasi kehadiran langsung Gubernur dalam mengawal percepatan pembangunan vital tersebut.

“Kedatangan Pak Gubernur melihat progres revitalisasi merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat Muba yang bergantung pada keberadaan jembatan ini. Mudah-mudahan ini dapat mempercepat progres pembangunan,” tuturnya.

Selain itu, Perwakilan Karang Taruna Kecamatan Lalan Farid turut menyampaikan terima kasih atas kepedulian berkelanjutan dari Gubernur Sumsel sejak musibah rubuhnya jembatan akibat tertabrak tongkang terjadi dua tahun lalu.

"Pak Herman Deru merupakan salah satu tokoh pertama yang menyambangi korban dan bahkan menyediakan tongkang penyeberangan secara pribadi agar aktivitas sekolah anak-anak tidak terganggu," pungkasnya. 

(Tia/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait