Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Gregoria Mariska Raih Medali Perunggu, Sebut Banyak Makna Diantaranya Kado 17 Agustus

Editor:  Redaksi2
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Gregoria Mariska Tunjung (kanan) bersama pebulu tangkis Korsel An Se-young (tengah) dan He Bingjiao asal China memperlihatkan medali saat penganugerahan medali bulu tangkis tunggal Putri Olimpiade Paris 2024 di Porte De La Chapella Arena, Paris, Prancis, Senin (5/8/2024). Gregoria menyabet medali perungggu sedangkan medali emas diraih An Se-young dari Korsel dan medali perak diraih He Bingjiao dari China.(ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/nz)

Nusantaraterkini.co, PARIS - Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, mengatakan bahwa medali perunggu yang ia bawa pulang dari Olimpiade Paris 2024 mempunyai banyak makna.

Gregoria Mariska Tunjung berhak atas medali perunggu OIimpiade Paris 2024 tanpa bermain setelah Carolina Marin (Spanyol) cedera dan kemudian mundur dari Olimpiade pada gim kedua semifinal kontra He Bing Jiao (China) di Port de la Chapelle Arena, Minggu (4/8/2024).

Keberhasilan Gregoria menjadi medali pertama yang Indonesia menangkan di Olimpiade Paris 2024. Ini juga medali nomor 38 sepanjang partisipasi Indonesia di Olimpiade musim panas sejak 1952.

Baca Juga : Gregoria dan Jonatan Unjuk Gigi di Indonesia Masters 2025

Seusai prosesi pemberian medali, Gregoria Mariska Tunjung mengatakan beberapa makna penting medali tersebut.

“Medali ini banyak sekali artinya untuk saya, karena di medali ini banyak usaha dari banyak orang," tuturnya dari keterangan pers dilansir dari Kompas.com.

"Ini juga jadi kado ulang tahun untuk saya minggu depan dan untuk Indonesia pada tanggal 17 Agustus,” ucap Gregoria yang akan genap berusia 25 tahun pada 11 Agustus mendatang.

Baca Juga : Gregoria ke Semifinal, Kalahkan Wakil Tuan Rumah di India Open 2025

Keberhasilan Gregoria menyumbang medali perunggu untuk Merah Putih membuat dia mengikuti jejak legenda srikandi bulu tangkis Indonesia, seperti Susy Susanti, Mia Audina, dan Maria Kristin.

Gregoria menjadi atlet tunggal putri pertama Indonesia yang membawa pulang medali dari Olimpiade sejak Maria Kristin, juga medali perunggu, dari Beijing 2008. (rsy/nusantaraterkini.co)