Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

FGD Inflasi Jelang Lebaran, Pematangsiantar Siapkan Cold Storage dan Pasar Murah untuk Stabilkan Harga

Editor:  hendra
Reporter: Ridho Harahap
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Sekretaris Daerah (Sekda) Junaedi Antonius Sitanggang SSTP MSi bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Pematangsiantar Ahmadi Rahman dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Pematangsiantar (Foto: Diskominfo Pematangsiantar)

Nusantaraterkini.co, PEMATANGSIANTAR - Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Junaedi Antonius Sitanggang SSTP MSi bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Pematangsiantar Ahmadi Rahman dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Pematangsiantar menggelar Focus Group Discussion (FGD) Tracking Inflasi Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Hari Raya Idulfitri 1447 H

FGD digelar di Aula TB Simatupang Lantai 4 Kantor Perwakilan BI Pematangsiantar, Jalan H Adam Malik, Rabu (18/2/2026).

Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar Ahmadi Rahman menyampaikan, tekanan inflasi cenderung tinggi dalam beberapa bulan terakhir.

Baca Juga : Polisi Dalami Kasus Pemalsuan Tandatangan Ratusan Nelayan Penerima Bansos PID di Desa Perlis

“Tekanan inflasi tahun berjalan berada di atas target nasional. Komoditas penyumbang inflasi di Kota Pematangsiantar, yakni emas perhiasan, tomat, ikan dencis, sawi putih, dan ikan asin teri. Sedangkan deflasi yakni cabai merah, andaliman, cabai rawit, wortel, dan kangkung,” katanya.

Ahmadi menjelaskan, di dua bulan pertama tahun 2026, beberapa komoditas masih berada dalam tren harga yang tinggi.

“Pengendalian inflasi perlu dilakukan sedini mungkin dengan mempertimbangkan HBKN yang akan berlangsung dalam waktu dekat, terutama untuk komoditas telur, beras, dan daging ayam ras,” jelasnya.

Baca Juga : Ratusan Tandatangan Penerima Bansos PID Rp 300 ribu Dipalsukan, Nelayan di Desa Perlis Marah

Tantangan ke depan, lanjut Ahmadi, seperti pelaksanaan Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM) masih perlu penyesuaian. Kemudian, cuaca basah hingga tengah tahun sehingga menurunkan produksi. Serta sinergi Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu terus dilakukan dalam rangka stabilisasi harga.

“Pasar GPM sebaiknya dilakukan di pasar tradisional, Toko Pantau Inflasi (Topis), Koperasi Desa/Koperasi Merah Putih, dan sebaiknya dilaksanakan serentak,” ungkapnya.

Ahmadi dalam paparannya juga menyampaikan strategi, bahwa upaya pengendalian inflasi melalui cold storage dan kolaborasi mendorong Program MBG dengan peningkatan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan dukungan TPID.

Baca Juga : KPKM RI Gelar Education dan Anti-Narcotics Award, Pemko Pematangsiantar Siap Bersinergi

“Cold storage merupakan infrastruktur kunci dalam rantai pasok pangan untuk menjaga kualitas, mengurangi kehilangan pangan, dan memastikan stabilitas pasokan serta harga pangan nasional. Peningkatan jumlah SPPG yang signifikan memerlukan dukungan TPID untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga. Oleh karena itu, diperlukan sinergi TPID dan SPPG Kota Pematangsiantar untuk melakukan diversifikasi dan clustering menu MBG, sehingga kebutuhan pangan tidak tertumpu pada satu bahan makanan,” tukasnya.

Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi diwakili Sekda Junaedi Sitanggang mengatakan, Kota Pematangsiantar mengalami deflasi month to month (mtm), sedangkan year over year (yoy) mengalami penurunan dengan tahun lalu.

“Namun hal ini tidak menjadi kabar yang menggembirakan karena kita masih di atas target nasional, 2,5±1%, yang menjadi syarat untuk semua daerah menekan laju inflasi,” ucapnya.

Baca Juga : Wali Kota Pematangsiantar Donasikan 500 Zak Semen untuk Rumah Tahfiz Quran di Simalungun

Junaedi juga menekankan rencana cold storage sudah dicanangkan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.

“Nanti teknis peletakan dan penempatannya kita akan tindak lanjuti bersama PD PHJ dan TPID Kota Pematangsiantar. Kita juga butuh referensi komoditas apa saja, serta jadwal untuk kita akan lakukan intervensi harga untuk pasar murah maupun operasi pasar, yang sumbernya dari data-data BPS. Jadi sasaran kita untuk menekan laju inflasi, di bulan Februari dan maret sudah ada jadwal, dan langkah strategis untuk intervensi harga,” tuturnya.

Junaedi juga menyampaikan, solusi menjaga inflasi yaitu komoditas bahan pokok dengan cold storage dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.

Baca Juga : Sambut Ramadan 1447H: Rico Waas Subsidi Bahan Pokok Rp4 Miliar dan Ultimatum Aparat Kelurahan ​

“Pasar murah akan dilaksanakan langsung oleh pedagang yang bekerja sama dengan pemerintah kota. Ini real akan kita lakukan, agar langsung pedagang yang melakukan intervensi dalam menjaga inflasi,” tegasnya.

Ia berharap mekanisme pembaharuan dalam melakukan gerakan pangan murah, seperti langsung intervensi ke pedagang dengan mitra-mitra Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar.

Junaedi juga meminta agar Dinas Kominfo menyebarluaskan setiap program intervensi inflasi serta dampak penanganan inflasi dari TPID.

Baca Juga : Transaksi Pasar Murah Pemko Medan Tembus Rp 3,2 Miliar, Beras dan Telur Paling Diburu

"Memang kita mengalami deflasi. Mudah-mudahan nanti kita bisa menekannya, sehingga nanti di Februari juga kita bisa mengalami deflasi. Kalau menjelang puasa dan Lebaran itu lima komoditas yang biasanya mempengaruhi, seperti cabai merah, bawang merah, telur, daging ayam ras, dan cabai rawit,” ujar perwakilan BPS.

Kemudian, Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian L Pardamean Manurung menyampaikan kelompok tani mitra panen komoditi terkait cabai merah langsung dijual ke masyarakat dan ada yang melalui media sosial.

“Cold storage lagi kita pesan dan ini nanti bekerja sama dengan PD PHJ untuk penempatannya. Dalam waktu dekat akan datang, dan mudah-mudahan cold storage ini dapat menjaga kesegaran komoditas. Perkiraan tanggal 10 Maret akan datang cold storage-nya,” katanya.

Selanjutnya, Kadis Kominfo Johannes Sihombing menyampaikan, pihaknya telah memfasilitasi website aplikasi TPID Pematangsiantar. Operator penginputan harga dari 14 komoditi yang disepakati adalah harga per tiap hari yang di update pukul 07.00 - 11.00 WIB.

“Pada aplikasi juga ada tiga indikator, yakni normal, siaga, dan waspada. Ini aplikasi khusus internal TPID. Langkah strategi ini telah kami fasilitasi selaku Dinas Kominfo agar Pemko dan TPID dapat bersama-sama memantau dan memberikan strategi dalam menekan laju inflasi komoditas pangan. Nanti kita akan tambahkan fitur-fitur perbandingan hasil per bulannya, sekaligus diagram tabel data up to date,” jelasnya.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Zainal Siahaan menyampaikan agar intervensi pasar murah dilakukan di Pasar Dwikora dan Pasar Horas.

“Ini kita lakukan agar terpusat di lokasi perdagangan. Selain itu agar tidak hanya terpusat di kelurahan atau pusat-pusat pemerintahan,” imbuhnya.

Ia menyarankan agar diberikan TPID kios untuk dapat melakukan pengendalian inflasi terjun langsung.

(Rdo/nusantaraterkini.co).