Efek Bansos Disinggung jadi Kenaikan Suara Golkar, Firman: Hakim MK Salah Besar
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Partai Golkar menegaskan jika naiknya suara mereka di Pileg 2024 kali ini adalah karena hasil usaha seluruh elemen kader partai termasuk Ketua Umum Airlangga Hartarto sekaligus effect dari pencalonan Gibran Rakabuming Raka berpasangan dengan Prabowo Subianto di Pilpres.
Baca Juga : Panitia Minta Polisi Usut Dalang Kericuhan di Luar Arena Musda XI Golkar Sumut
Hal ini disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Firman Subagyo menanggapi pernyataan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan bantuan sosial (bansos) lebih mempunyai dampak pada elektoral partai di Pileg dibandingkan dengan Pilpres.
Baca Juga : Musda Golkar, Andar Amin Harahap Terpilih Secara Aklamasi jadi Ketua DPD Sumut
Firman menuturkan, suara partai Pohon Beringin bisa naik signifikan dari Pileg sebelumnya karena kader partai mulai dari tingkat pusat hingga daerah maupun elemen didalamnya turut serta membantu menaikan suara partai.
"Oleh karena itu salah besar jika banyak pihak termasuk Hakim MK menyebut ini effect dari Bansos jadinya bisa menaikkan suara Golkar," tegasnya kepada Nusantaraterkini.co, Minggu (7/4/2024).
Baca Juga : Lakukan Pelanggaran, Kemensos Pecat 49 Pendamping PKH
Airlangga, menurut Anggota Komisi IV DPR ini menyebut jauh sebelum Pemilu 2024 berjalan, sudah sering melakukan konsolidasi hingga turun ke akar rumput untuk memastikan roda internal partai berjalan. Di samping itu, peran Airlangga serta kader-kader lain di pusat dan daerah turut serta membantu suara partai dengan menyerap aspirasi-aspirasi didaerah sehingga dampaknya yang seperti dirasakan Golkar sampai hari ini.
Baca Juga : Finalisasi Data Penerima Baru Bansos Tambahan Selesai Pekan Ini
"Presentase suara Golkar naik di Pemilu 2024 meskipun masih dibawah PDIP, Tetapi memilik pengaruh besar khususnya bagi perolehan kursi partai di Parlemen yang juga ikut naik berkat kerja keras semua pihak," ujar anggota Baleg DPR ini.
Selain itu, pencalonan Gibran Rakabuming Raka didorong Partai Golkar juga turut andil dalam menaikkan suara partai tersebut. Oleh karena itu, Firman menegaskan bukan karena Bansos atau apapun berkaitan dengan Pemerintah sehingga mengakait-kaitkan masalah kenaikan suara partai dengan program Pemerintah.
Baca Juga : Fitri Mutiara Harahap Dipercaya Pimpin DPD PAN Kota Binjai: Targetkan 5 Kursi Pada Pileg Mendatang
"Tidak ada partai yang berani mendorong calon bukan dari internal sendiri selain Golkar, inilah effect kita terima hasilnya dari pencalonan Gibran dan Ketua Umum Airlangga mempunya mandat besar dari hasil Munas seperti punya tiket tersendiri untuk bisa maju. Namun, beliau memikirkan nasib partai sehingga mengorbankan tiketnya untuk kandidat lain. Dan tentunya sekali lagi ini hasil diraih Partai Golkar," tandasnya.
Baca Juga : Enam Nama Diusulkan DPD Golkar Kota Binjai Dalam Pleno Calon Ketua DPRD 2024-2029
Diketahui, Hakim Konstitusi Arief Hidayat mengungkit keterangan ahli yang menyebut bantuan sosial (bansos) lebih mempunyai dampak pada elektoral partai di pileg dibandingkan dengan pilpres.
Dia pun menyinggung suara Partai Golkar melesat pada Pileg 2024. Hal itu dia sampaikan saat menjadi hakim dalam sidang sengketa Pilpres 2024 di MK, Jakarta, Jumat (5/4/2024).
“Ternyata dari berbagai diskusi dalam persidangan ini muncul bansos ini lebih berkaitan dengan elektoral pada pileg legislatif,” kata Arief.
(cw1/nusantaraterkini.co)
