Dukung Sustainabilitas Danau Toba, Pemprov Sumut Dorong Inalum Optimalkan CSR dan Penghijauan
Pemprov Sumut mendorong Inalum mengoptimalkan CSR, penghijauan, dan konservasi Danau Toba untuk mendukung pendidikan serta kelestarian lingkungan.
Nusantaraterkini.co, MEDAN — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) meminta PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) untuk makin proaktif memperkuat kontribusi sosial dan lingkungan di kawasan Danau Toba. Tuntutan ini berfokus pada peningkatan mutu prasarana pendidikan masyarakat lokal serta perlindungan ekosistem kawasan Daerah Tangkapan Air (DTA).
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Sumut, Surya, saat menerima audiensi Direktur Utama PT Inalum, Melati Sarnita, beserta jajaran direksi di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Selasa (4/8/2026). Surya menggarisbawahi skema dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan dapat menjadi instrumen penting untuk melengkapi kebutuhan fasilitas sekolah yang belum terakomodasi oleh anggaran pemerintah.
“Inalum kan bisa ya berkolaborasi dengan daerah memberikan bantuan kepada sekolah-sekolah di sekitar, berupa penambahan fasilitas yang anggarannya tidak ditampung dalam APBD ataupun APBN,” ujar Surya.
โDi samping pemenuhan fasilitas belajar seperti laboratorium, Surya juga menekankan pentingnya komitmen Inalum dalam menyerap tenaga kerja dari masyarakat lokal sekitar wilayah operasional. Mengenang pengalamannya sebagai pendidik STM pada era 1970-an, ia menilai keberadaan Inalum harus terus menjadi motor pendorong kesejahteraan warga Sumut. Hal ini perlu diimbangi dengan efisiensi tata kelola air dan konservasi hutan secara konsisten.
โMenjawab harapan itu, Direktur Utama PT Inalum, Melati Sarnita, menegaskan komitmen BUMN tersebut untuk menjaga kelestarian DTA Danau Toba melalui aksi lingkungan yang terukur. Langkah penanganan erosi, pembuatan biopori, hingga mitigasi kebakaran hutan terus dilakukan secara simultan bersama pemangku kepentingan setempat.
โ“Program penanaman dilakukan secara bertahap di setiap daerah yang berada di kawasan Danau Toba. Tahun ini targetnya 500 hektare di kawasan daerah tangkap air. Jenis tanaman yang ditanam dipilih berdasarkan kesesuaian lahan dan nilai ekologis, di antaranya berfungsi untuk menahan erosi, meningkatkan infiltrasi air, serta menambah tutupan lahan hijau,” sebutnya.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWS25,16 Juta Warga Bakal Dapat Rekening Gratis Saldo Rp50 Ribu, Ini Syarat dan Jadwalnya
hendra·5 jam yang lalu -
-
-
HUKUM DAN KRIMINALKencan Pertama Berujung Apes, Mahasiswa di Tangerang Kehilangan Motor Usai Kenalan Wanita di Instagram
hendra·6 jam yang lalu -
NEWSPPMSU Siapkan Aksi ke Kafe Satuan.co Binjai, Oza Hasibuan Sebut Acara Halloween Tak Miliki Izin
hendra·6 jam yang lalu -
-
HUKUM DAN KRIMINALKejagung Geledah 6 Lokasi Kasus Korupsi Tambang Nikel Sultra, Sita Uang Rp11,8 Miliar
hendra·8 jam yang lalu -
NEWS VIDEOKetua DPD Terima Delegasi Tatarstan, Jajaki Peluang Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Rusia
Fadli Tara·8 jam yang lalu -
SUMSELDPR RI Soroti Rendahnya Penyerapan KUR di Sumsel dan Dorong Percepatan Kawasan Industri
hendra·8 jam yang lalu -
NEWSBobby Nasution Diminta Hentikan Sementara Proyek Turap Sungai di Tapteng, Besi Berkarat Jadi Sorotan
hendra·9 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan