Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Dua Bulan Berturut-turut, Inflasi Sumut Tertinggi se-Indonesia

Editor:  Herman Saleh Harahap
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Cabai merah (foto:dokumentasi)

Nusantaraterkini.co,MEDAN-Sumatera  Utara (Sumut) jadi provinsi dengan inflasi tertinggi se-Indonesia.  Pada Oktober 2025, inflasi Sumut mencapai 4,97% (YoY). Penyumbang inflasi didominasi oleh kelompok makanan dan minuman.

Dilansir dari rilis Badan Pusat Satistik (BPS), Senin (3/11/2025), Sumut mencatatkan angka inflasi yang lebih tinggi dari nasional yang sebesar 2,86% (YoY). Ini merupakan kali kedua sejak September tingkat inflasi provinsi Sumut tertinggi se-Indonesia.

Baca Juga : Pemprov Sumut Kembali Gelontorkan Cabai Merah, Hasilnya Sudah Mulai Kelihatan 

Dari data tersebut, secara spasial atau di Pulau Sumatra, angka inflasi Sumut juga menjadi yang tertinggi mengungguli Riau yang tercatat mengalami inflasi 4,95% (YoY) dan Aceh 4,66% (YoY).

Kepala BPS Sumut Asim Saputra mengatakan angka inflasi tahunan Sumatra Utara pada Oktober memang masih tinggi. Namun, angka ini terbilang turun dari catatan inflasi bulan September 2025.

“Jika pada bulan lalu Sumut mencatatkan inflasi tinggi 5,32%, saat ini secara YoY sudah turun inflasi kita [menjadi] sebesar 4,97% dan ini merupakan ikhtiar bersama sehingga laju inflasi tahunan Oktober 2025 dapat ditekan,” kata Asim.

Dikatakan Asim, tingginya tingkat inflasi di Sumut paling dominan disumbang oleh Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau. Komponen inti ini mengalami inflasi hingga 9,58% (YoY) dan berandil sebesar 3,35% terhadap tingkat inflasi Sumut pada Oktober 2025. Sedangkan andil terbesar kedua berada di Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya yang tercatat sebesar 0,79%. Kelompok ini tercatat mengalami inflasi tertinggi di antara 11 (sebelas) kelompok pengeluaran yang ada dengan nilai 13,03% (YoY).

Baca Juga : Pengendalian Inflasi, 50 Ton Cabai Merah dari Jawa Masuki Pasar Sumut, Dijual Sesuai HET 

Adapun, lima komoditas penyumbang inflasi dan andilnya di Sumut pada Oktober 2025 yakni cabai merah yang berandil 1,22%; emas perhiasan (0,67%); ikan dencis (0,25%); beras (0,24%); dan bawang merah (0,21%).

Sementara komoditas penyumbang deflasi di Sumut periode Oktober 2025 yakni bawang putih dengan andil -0,08%; angkutan udara (-0,07%); sabun detergen bubuk (-0,03%); serta daging babi dan bayam yang masing-masing berandil -0,02%.

Berdasarkan rilis yang disampaikan BPS Sumut, secara bulanan (month-to-month/ mtm) Sumut mengalami deflasi sedalam 0,20% (mtm). Sedangkan inflasi tahun kalender Sumut pada Oktober 2025 tercatat sebesar 3,39% (ytd).

(emn/nusantaraterkini.co)