Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Harga Cabai di Nias Meroket 119 Persen, Kementan Rehabilitasi Ratusan Hektare Lahan di Sumut

Harga cabai di Nias naik 119%, Kementan rehabilitasi ratusan hektare lahan hortikultura di Sumut untuk stabilkan pasokan.

Bagikan:
Wagub Sumut Surya beserta dinas terkait mengikuti rakor pengendalian inflasi daerah secara virtual dari Kantor Gubsu, Senin (15/12/2025).(foto:Diskominfo Sumut)
Wagub Sumut Surya beserta dinas terkait mengikuti rakor pengendalian inflasi daerah secara virtual dari Kantor Gubsu, Senin (15/12/2025).(foto:Diskominfo Sumut)
A A

Nusantaraterkini.co,MEDAN – Lonjakan yang kian tak terkendali di sejumlah wilayah Sumatera Utara () memicu respons cepat dari pemerintah pusat. Kementerian Pertanian () mengonfirmasi akan segera melakukan rehabilitasi besar-besaran terhadap lahan pertanian yang hancur diterjang banjir dan tanah longsor. Langkah darurat ini diprioritaskan pada perkebunan cabai guna memulihkan rantai pasok yang terputus akibat tersebut.

Data terbaru menunjukkan dampak kerusakan yang cukup masif, di mana sekitar 436,99 hektare tanaman cabai di dilaporkan rusak parah. Untuk mengejar target pemulihan, telah mengalokasikan bantuan lebih dari 1.800 saset bibit cabai berkualitas sekaligus bantuan teknis pengolahan lahan agar petani bisa segera memulai masa tanam kembali. 

Baca Juga : Pengamat: Segera Siapkan Langkah Pemulihan Ekonomi Pasca Bencana

Direktur Sayur dan Tanaman Obat Kementan, M Agung Sanusi, menegaskan bahwa proses distribusi dan penanganan ditargetkan rampung dalam waktu dekat. “Kami bergerak cepat terutama untuk lokasi terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Untuk cabai, total sekitar 440 hektare (Sumut 436,99 hektare dan Sumbar 3,04 hektare) InsyaAllah, minggu ini sudah clear semuanya,” kata Direktur Sayur dan Tanaman Obat Kementan, M Agung Sanusi, saat Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Daerah Tahun 2025 yang digelar secara virtual dari Jakarta, Senin (15/12/2025).

Upaya penyelamatan sektor ini mendapat pengawalan ketat dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Wakil Gubernur Sumut, Surya, menyatakan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh bagi proses ini sebagai strategi utama meredam inflasi. 

Wagub Sumut menyadari bahwa sebagai daerah yang sedang dalam status bencana, risiko lonjakan harga menjadi ancaman nyata bagi daya beli masyarakat. Surya optimis sinergi antara pusat dan daerah mampu menstabilkan kembali harga pasar, seraya menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan dukungan penuh terhadap dan berharap melalui kerja sama seluruh pihak, kenaikan harga komoditas di Sumut bisa segera diredam.

Urgensi pemulihan lahan ini diperkuat oleh laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat lonjakan harga cabai di luar kewajaran. Kabupaten menjadi wilayah dengan kenaikan paling ekstrem, yakni mencapai 119,37 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. 

Selain Nias, kenaikan merah juga terjadi di Nias Utara (43,55%), Padanglawas Utara (36,21%), Padanglawas (30,62%), Tapanuli Selatan (26,63%), Simalungun (26,05%), dan Langkat (23,28%). Kenaikan serupa juga tercatat di Kabupaten Batubara, Mandailingnatal, Tebingtinggi, dan Samosir.

Baca Juga : Pemerintah Siapkan Paket Kebijakan Ekonomi Khusus bagi Warga dan Pelaku Usaha di Wilayah Bencana Sumatera

Menanggapi situasi tersebut, Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah daerah untuk bekerja ekstra keras menjaga stabilitas harga di lapangan. Menurutnya, pemantauan ketat terhadap komoditas yang mengalami kenaikan signifikan harus dilakukan setiap hari agar inflasi tetap terkendali. 

"Melalui program rehabilitasi lahan ini, pemerintah berharap produksi cabai nasional, khususnya di wilayah Sumatera, dapat segera kembali normal untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat di akhir tahun," ungkapnya.

(Akb/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru