Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Driver Ojol Tewas Dilindas Polisi, Kemarahan Publik Meluas di Medan

Editor:  Fadli Tara
Reporter: Junaidin Zai
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!

Nusantaraterkini.co, MEDAN – Gelombang kemarahan publik kembali melanda Kota Medan setelah seorang pengemudi ojek online (ojol) tewas dilindas kendaraan kendaraan taktis (rantis) Brimob. 

Aksi protes berlangsung di berbagai titik strategis kota pada Jumat (29/8/2025).

Baca Juga : Kodim 0102/Medan Bagikan Beras ke Ojol di Tengah Aksi Demo Tuntut Keadilan untuk Affan Kurniawan

Sejak siang, massa bergerak ke gedung DPRD Sumatera Utara, DPRD Kota Medan, hingga kawasan Lapangan Merdeka. 

Massa aksi kali ini dari banyak elemen Mahasiswa, Aktivis kemanusiaan, hingga warga sipil.

Suara nyanyian, orasi, dan kritikan menggema dari pengeras suara yang dibawa masing-masing pengunjuk rasa.

Salah satu elemen yang berunjuk rasa adalah Akumulasi Kemarahan Buruh dan Rakyat (Akbar) Sumatera Utara (Sumut). 

Mereka membawa mengenakan pakaian serba hitam dan membentangkan spanduk.

“Negara adalah Pabrik Kekerasan” demikian tulisan di spanduk yang mereka bentangkan di tengah jalan.

Baca Juga : Brimob Balas Tembakan Gas Air Mata Secara Brutal ke Arah Massa di Kwitang

Koordinator Aksi Akbar Sumut, Acek, menjelaskan aksi mereka merupakan berangkat dari rangkaian kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian saat menghadapi para demonstran.

“Aksi ini merupakan dasar dari rangkaian represifitas aparat yang kita lihat dari tahun ke tahun. Dan pada akhirnya kita dipaksa melihat realitas seorang driver Ojek Online bernama Afwan sampai meninggal,” ucap Acek saat ditemui ditengah-tengah aksi berlangsung.

Mereka menilai, praktik kekerasan tersebut terjadi sangat sistematis. 

Mereka menuding negara dalam hal ini pemerintah secara nyata merampas hak dasar masyarakat.

Meski sempat terjadi ketegangan, menjelang malam sekitar pukul 19.40 WIB, kondisi kota berangsur kondusif. 

Baca Juga : Kumandang Adzan Magrib, Bentrok Massa Gabungan Vs Brimob PMJ Berhenti

Kendati demikian, kemarahan publik belum mereda. 

Acek menyatakan jika pihaknya akan kembali turun ke jalan dengan tuntutan dan massa yang lebih besar.

(Cw7/Nusantaraterkini.co)