Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Dramatis, Relawan Salurkan Bantuan ke Desa Terisolir Melalui Sungai dan Perbukitan

Editor:  Fadli Tara
Reporter: Muhammad Alfi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!

Nusantaraterkini.co, ACEH - Dramatis, sejumlah relawan salurkan bantuan logistik bahan makanan ke desa terisolir akibat banjir bandang di kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.

Untuk menuju ke lokasi, relawan harus menempuh jalur sungai dan berjalan kaki di perbukitan yang memakan waktu hingga lebih dari empat jam lamanya.

Baca Juga : 11 Pengungsi Korban Banjir Keracunan, Dinkes Agam Lakukan Penyelidikan

Inilah video amatir saat sejumlah tim relawan tengah menyusuri jalur sungai guna mendistribusikan logistik bahan makanan menuju Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabut (13/12/2025) malam.

Untuk bisa menembus desa yang hingga saat ini masih terisolir tersebut, tim relawan yang saat itu membawa kebutuhan pokok seperti beras, mie instan dan minyak goreng itu pun harus menyusuri sungai tamiang selama tiga jam lama nya.

Tidak sampai disitu saja, usai menyusuri aliran sungai tim relawan bersama warga ini pun harus kembali berjalan kaki dengan menyusuri jalan perbukitan sejauh 3 kilo meter. 

Baca Juga : 17 Hari Pasca Banjir Bandang, Malam Hari Warga Bertahan Tidur Tanpa Selimut dan Bantal di Tenda Darurat

Dimana,hal ini terpaksa dilakukan lantaran masih terputusnya akses utama menuju desa tersebut.

Setelah menempuh waktu total lebih dari empat jam lamanya, tim relawan pun akhirnya berhasil sampai ke desa yang dituju.

Selain membawa kebutuhan pokok, tim relawan juga turut membawa jaringan internet starlink serta genset yang nantinya akan digunakan sebagai alat pembangkit listrik sementara.

Ibnu, salah seorang tim relawan mengatakan, setelah berhasil menembus jalur sungai dan perbukitan, akhirnya sejumlah bantuan yang dibawa berhasil di salurkan kepada warga yang hingga kini masih terisolir akibat banjir bandang.

"Untuk kesulitan di lapangan, mungkin lokasinya yang harus di tempuh dengan waktu yang cukup lama. Dimana, kita harus menyusuri sungai dan juga berjalan kaki di daerah lerbukitan baru dapat sampai di Desa Sekumur," jelasnya.

Baca Juga : Kisah Pilu Nasruddin Tanjung: Saksikan Rumah Lenyap Dihantam Banjir Kayu di Tapteng

Sementara itu, akibat banjir bandang yang terjadi pada akhir November lalu, sebanyak 475 pemukiman milik warga di Desa Sekumur hilang tertimbun kayu gelondongan yang terbawa banjir.

Tidak hanya itu, banjir bandang juga turut memutus akses darat dari desa tersebut menuju pusat kota kabupaten aceh tamiang.

(Cw4/Nusantaraterkini.co)