Nusantaraterkini.co,ACEH TAMIANG - Tujuh belas hari pasca terjadinya banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang, sejumlah warga masih bertahan di posko pengungsian seadanya. Bahkan, para pengungsi ini juga tidur tanpa bantal dan selimut.
Beginilah suasana para warga yang ada di tenda–tenda pengungsian yang dibangun secara mandiri pada malam hari di Desa Kampung Dalam, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (13/12/2025) malam.
Meskipun bencana banjir bandang telah berlalu lebih dari dua pekan yang lalu, para warga ini terpaksa masih harus tidur dengan alat seadanya di tenda pengungsian yang meraka bangun secara mandiri.
Baca Juga : Aceh Sepakat Sumut Salurkan Donasi Rp500 Juta untuk Korban Banjir Aceh
Dalam tenda berukuran dua kali dua meter yang mereka dirikan sendiri menggunakan kayu dan terpal bekas, para warga ini pun terpaksa harus tidur tanpa adanya bantal dan juga selimut.
Hingga akhirnya, tidak sedikit pengungsi yang merupakan anak-anak ini akhirnya terserang penyakit mulai dari batuk dan demam lantaran dinginnya cuaca pada saat malam hari di tenda pengungsian yang mereka tempati.
Nurbiati, salah seorang pengungsi mengatakan, jika dirinya saat ini telah pasrah dengan situasi yang ada. Dimana, ia dan anak nya terpaksa harus bertahan dengan tenda pengungsian yang kecil serta bocor saat hujan turun.
"Saya sih sebenarnya sudah pasrah, tapi kalau pun ada bantuan ya saya hanya ingin minta selimut. Sebab, kalau malam anak-anak ini kedinginan dan di gigiti nyamuk," harapnya.
Baca Juga : Aceh Sepakat Sumut Salurkan Donasi Rp500 Juta untuk Korban Banjir Aceh
Sementara itu, kisah miris juga di alami beberapa warga lainnya yang ada di Desa Kampung Dalam.
Dimana, tidak sedikit warga yang terpaksa harus mengungsi dengan tenda seadanya lantaran rumah mereka telah hancur disapu banjir bandang.
(Cw4/Nusantaraterkini.co)
