nusantaraterkini.co, KISARAN - Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan oleh dapur SPPG Polres Asahan selalu dilakukan pengecekan sebelum dibagikan kepada para pelajar yang ada di Kisaran.
Kapolres Asahan AKBP Revi Nurvelani menegaskan setiap MBG yang disalurkan dari Polres Asahan ada Security Food nya. Jadi, katanya, sangat tidak memungkinkan adanya kecolongan dalam penyaluran MBG tersebut yang berakibat adik-adik pelajar mengalami keracunan makanan.
Ia pun mengaku, perihal isu yang beredar perihal dugaan siswa di SMA Negeri 2 Kisaran yang keracunan makanan hal itu sepertinya tidak benar adanya.
Baca Juga : 23 Hari Mengungsi di Masjid: Warga Aek Manis Merasa Ditinggalkan Pemerintah
“Perihal dugaan keracunan makanan itu, tidak benar adanya. Karena tim Dokkes sudah ke sana untuk melakukan pemeriksaan MBG. Dan penyebabnya bukan dari makanan SPPG Polres Asahan,” kata pria dengan melati dua dipundaknya ini, Rabu (3/9/2025).
AKBP Revi Nurvelani menyatakan dalam penyaluran MBG dari SPPG Polres Asahan yang mencapai ribuan penerima di hari yang sama saat kejadian, hanya seorang yang mengalami sakit seperti mual.
“Setiap hari, makanan yang berasal dari SPPG Polres Asahan selalu dilakukan pengecekan makanan. Dan setiap harında dinyatakan aman. Buktinya, setiap anak sekolah baik di tingkat TK, SD, SMP dan MTS serta SMA yang lain tidak ada yang mengeluh dan merasakan sakit akibat mengonsumsi makanan bergizi gratis dari SPPG Polres Asahan,” tegasnya.
Baca Juga : Demi Kebersihan, Dapur MBG Dilarang Dekat TPA dan Kandang Hewan
Masih dikatakan AKBP Revi Nurvelani, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan Kepala Sekolah (Kepsek) di SMA Negeri 2 Kisaran, bahwa sebelum makanan SPPG Polres Asahan masuk ke sekolah itu, hampir 50 orang setiap harinya suka tidak masuk sekolah.
“Secara kebetulan saja saat kejadian, yang tidak masuk hampir seratus pelajar dan sampai saat ini belum tahu apa penyebabnya. Apa karena ajakan di media sosial perihal unjuk rasa atau adanya awaken di medsos geng motor untuk akut demo. Nah kita belum tahu pasti,” terangnya saat ditanya apakah betul ada ratusan pelajar di SMA Negeri 2 Kisaran yang keracunan makanan.
Begitupun, untuk memastikan apakah betul pelajar tersebut mengalami keracunan makanan, pihaknya akan menunggu hasil lab dari sisa makanan yang dimakan.
Baca Juga : Komite IV: Program MBG Harus Jadi Investasi SDM dan Penggerak Ekonomi Daerah
“Hasilnya akan kita umumkan nanti,” pungkas Kapolres Asahan.
(Akb/nusantaraterkini.co)
