Dugaan Siswa Fiktif di SDN 1 Batuporo Timur, DPR Desak Kemendikdasmen Usut Skandal MBG
Dugaan praktik manipulasi data siswa dan penyalahgunaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencuat di SDN 1 Batuporo Timur, Kabupaten Sampang, Madura.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Dugaan praktik manipulasi data siswa dan penyalahgunaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencuat di SDN 1 Batuporo Timur, Kabupaten Sampang, Madura.
Anggota Komisi X DPR Andi Muawiyah Ramly mendesak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk segera turun tangan dan mengusut kasus ini secara menyeluruh.
Sekolah dasar negeri yang berlokasi di Dusun Pandiyan, Desa Batuporo Timur, Kecamatan Kedungdung itu diduga tetap menerima alokasi MBG meski tidak memiliki siswa aktif.
Fakta ini terungkap setelah sebuah video berdurasi 3 menit 38 detik viral di media sosial, memperlihatkan penyaluran MBG di sekolah yang disebut tidak menjalankan kegiatan belajar mengajar (KBM).
Video tersebut direkam oleh seorang warga setempat bernama Zainuddin, yang secara terbuka mempertanyakan penyaluran bantuan negara ke sekolah tanpa aktivitas pendidikan.
“Kondisi ini tidak bisa dianggap sepele. Jika benar negara menyalurkan program ke sekolah yang tidak memiliki siswa, maka ini bukan lagi kelalaian administratif, tetapi indikasi pelanggaran serius yang berpotensi merugikan keuangan negara,” tegas Amure, Rabu (21/1/2026).
Amure sapaan akrabnya menilai, dugaan praktik saling pinjam siswa atau pencatatan siswa fiktif merupakan bentuk manipulasi sistem pendidikan yang mencederai tujuan utama program MBG, yakni pemenuhan gizi peserta didik.
“Program Makan Bergizi Gratis dibuat untuk anak-anak yang benar-benar bersekolah. Jika siswanya tidak ada, lalu ke mana anggaran itu mengalir? Pertanyaan ini harus dijawab secara terbuka kepada publik,” ujarnya.
Ia menekankan, apabila ditemukan unsur kesengajaan dalam pencatatan data siswa yang tidak sesuai fakta, maka kasus ini berpotensi masuk ke ranah pidana.
“Saya mendesak Kemendikdasmen untuk tidak menutup mata. Lakukan audit total, libatkan inspektorat dan aparat pengawas internal. Jika ada indikasi kuat manipulasi, serahkan ke aparat penegak hukum. Dunia pendidikan tidak boleh menjadi ladang praktik kecurangan,” tegasnya.
Dalam video yang beredar, Zainuddin menyebut SDN 1 Batuporo Timur menerima sekitar 63 porsi MBG setiap hari, meski tidak terdapat satu pun siswa yang aktif bersekolah di lokasi tersebut.
“Setiap hari dapat bantuan MBG 63 porsi, tapi tidak pernah ada kegiatan belajar mengajar karena memang tidak ada siswa aktif,” ujar Zainuddin dalam rekaman video itu.
Kasus ini menimbulkan pertanyaan serius terkait validitas data penerima program MBG dan lemahnya pengawasan di lapangan. Publik kini menunggu langkah tegas Kemendikdasmen untuk memastikan program strategis negara tidak disalahgunakan dan benar-benar tepat sasaran.
(cw1/nusantaraterkini.co).
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
EKONOMIRupiah Menguat ke Rp17.936 per Dolar AS, Pasar Cermati Data Ekonomi
hendra·10 menit yang lalu -
SUMSELBandara SMB II Palembang Gelar Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis Sambut HUT ke-2 InJourney Airports
hendra·19 menit yang lalu -
NEWS VIDEOLapas Cibinong Disorot, Tony Tesar: Bangunan Bukan Aset Negara Harus Dibongkar
Fadli Tara·40 menit yang lalu -
-
NEWS VIDEOKomisi XIII DPR Desak Bangunan di Lapas Cibinong Dibongkar Jika Terbukti Tak Sesuai Aset
Fadli Tara·52 menit yang lalu -
KRIMINALDua Pelaku Perampokan dan Pembunuhan Dosen di Karo Ditembak Polisi: Berusaha Kabur Saat Akan Diringkus
hendra·1 jam yang lalu -
NEWS VIDEODetik-detik Polisi Ringkus 2 Pelaku Perampokan dan Pembunuhan Dosen di Karo
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
SUMSELDitresnarkoba Polda Sumsel Gagalkan Peredaran 35 Kg Sabu dan Ratusan Pil Happy Five di Muba
hendra·1 jam yang lalu -
KRIMINAL3.578 Burung Liar Diselundupkan dari Kalimantan ke Madura, 2 Orang Jadi Tersangka
hendra·2 jam yang lalu -
KRIMINALEdarkan Narkoba di Binjai, Remaja 18 Tahun Asal Padang Lawas Diringkus Polisi, 8 Paket Sabu Disita
hendra·2 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan