Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Diduga Kehilangan Uang, Guru SD di Jember Telanjangi 22 Murid, Disdik Ambil Tindakan

Editor:  hendra
Reporter: Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Guru di Jember Telanjangi 22 Siswa-Siswi karena Merasa Uang Rp 275 Ribu Hilang. Ilustrasi. (Foto: I-Stockphoto)

Nusantaraterkini.co, JEMBER – Dunia pendidikan di Kabupaten Jember, Jawa Timur, digegerkan oleh tindakan seorang guru perempuan berinisial F, wali kelas 5 SDN Jelbuk 02, Kecamatan Jelbuk. Ia diduga menelanjangi 22 siswa-siswinya setelah merasa kehilangan uang di dalam kelas.

Insiden itu bermula pada Kamis (5/2/2026), ketika F mengaku kehilangan uang sebesar Rp200 ribu. Keesokan harinya, ia kembali merasa kehilangan uang Rp75 ribu. Merasa kejadian tersebut berulang, F kemudian mengambil langkah yang dinilai tidak pantas.

Ia memeriksa tas para murid dan meminta mereka melepas pakaian. Siswa laki-laki diminta membuka seluruh pakaian, sementara siswi perempuan diminta melepas pakaian hingga hanya mengenakan pakaian dalam.

Baca Juga : Guru Telanjangi 27 Siswa, DPR: Jangan Cuma Mutasi, Pecat dan Proses Hukum

Tindakan tersebut memicu reaksi keras dari para wali murid. Mereka yang mendengar keributan dari dalam kelas langsung mendatangi sekolah dan membuka pintu kelas yang saat itu tertutup. Rekaman kejadian itu kemudian beredar luas di media sosial.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Arief Tjahjono, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyebut tindakan guru bersangkutan merupakan kesalahan fatal.

Menurut Arief, guru tersebut berdalih kehilangan uang bukan hanya sekali. Namun, cara yang ditempuh dalam menangani dugaan kehilangan itu dinilai tidak sesuai prosedur dan melanggar batas kewajaran.

Dinas Pendidikan pun segera memanggil guru dan para wali murid untuk dilakukan mediasi guna mencari solusi terbaik agar kegiatan belajar-mengajar tetap berjalan kondusif.

Guru Dimutasi Sementara

Sebagai tindak lanjut, F ditarik dari sekolah tersebut dan untuk sementara tidak lagi mengajar di SDN Jelbuk 02. Dinas Pendidikan menyatakan akan berkoordinasi lebih lanjut dengan instansi terkait guna menentukan penempatan berikutnya.

Langkah ini diambil agar proses belajar siswa tidak terganggu dan situasi sekolah kembali kondusif.

Pendampingan Psikologis untuk Siswa

Selain sanksi administratif, Dinas Pendidikan juga memberikan pendampingan psikologis kepada para siswa. Trauma healing dilakukan bekerja sama dengan pihak terkait untuk memastikan kondisi mental anak-anak tetap terjaga pascakejadian.

Arief Tjahjono juga menyampaikan permohonan maaf kepada para orang tua murid atas insiden tersebut dan berjanji akan melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya penerapan prosedur yang tepat serta perlindungan hak anak dalam lingkungan pendidikan.

(Dra/nusantaraterkini.co).