Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Defisit APBN Capai Rp479,7 Triliun pada Akhir Oktober 2025

Defisit APBN Oktober 2025 mencapai Rp479,7 triliun atau 2,02% PDB, namun pemerintah menyatakan kondisi fiskal tetap aman dan terkendali.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KITA, Kamis (Foto: RMOL)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN KITA, Kamis (Foto: RMOL)
A A

Nusantaraterkini.co,JAKARTA – Kinerja Anggaran Pendapatan dan (APBN) per akhir Oktober 2025 mencatatkan defisit sebesar Rp479,7 triliun, angka ini setara dengan 2,02 persen dari Produk Domestik Bruto (). Pemerintah memastikan posisi defisit tersebut masih berada dalam batas yang aman dan terkendali.

​Menteri Keuangan, , mengungkapkan data tersebut dalam konferensi pers APBN KiTa, Kamis (20/11/2025).

Baca Juga : Kemenkop Siapkan Dana Ratusan Miliar Lewat LPDB Buat Sukseskan MBG 

" per 30 Oktober 2025 tercatat Rp479,7 triliun atau sebesar 2,02 persen dari PDB. Ini berada dalam batas aman dan terkendali," ujar Menteri Purbaya.
​
​Menteri Keuangan merinci, hingga akhir Oktober 2025, total telah mencapai Rp2.113,3 triliun, merealisasikan 73,7 persen dari target penerimaan tahun ini.
​
Kinerja penerimaan yang solid ini didorong oleh dua komponen utama, yakni , yang mencapai Rp1.708,3 triliun atau hampir 71,6 persen dari outlook tahunan. Penerimaan Negara Bukan Pajak (), yang berhasil mengumpulkan Rp402,4 triliun atau 84,3 persen dari outlook.
​
Sementara itu, realisasi belanja negara per Oktober 2025 tercatat mencapai Rp2.593,0 triliun, setara dengan 73,5 persen dari target APBN. Angka belanja ini menunjukkan kenaikan dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2.556,7 triliun.

Baca Juga : TKD Dipangkas, Mendagri Tito Minta Pemda Pangkas Belanja Birokrasi dan Fokus pada Program Rakyat
​
Purbaya menegaskan bahwa belanja negara dimanfaatkan secara optimal untuk program-program prioritas. Belanja tersebut meliputi belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.879,6 triliun dan transfer ke daerah sebesar Rp713,4 triliun.
​
"Belanja ini diprioritaskan untuk menjaga daya beli masyarakat, mendukung pembangunan infrastruktur, dan mengawal reformasi struktural," tegasnya.
​
Sebagai informasi tambahan, keseimbangan primer APBN per Oktober 2025 juga tercatat mengalami defisit sebesar Rp45,0 triliun.

(*/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait