Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Dari Selada hingga Gandum, Tiongkok Sukses Kembangkan 14 Spesies Tanaman di Luar Angkasa

Tiongkok sukses membudidayakan 14 spesies tanaman di Stasiun Luar Angkasa Tiangong untuk capai swasembada

Gambar simulasi yang diabadikan di Pusat Kendali Antariksa Beijing (Beijing Aerospace Control Center/BACC) pada 25 Mei 2026 ini memperlihatkan wahana antariksa berawak Shenzhou-23 melakukan penambatan (docking) dengan porta radial modul inti Tiangong, Tianhe. (Foto: Xinhua/Jin Liwang)
Gambar simulasi yang diabadikan di Pusat Kendali Antariksa Beijing (Beijing Aerospace Control Center/BACC) pada 25 Mei 2026 ini memperlihatkan wahana antariksa berawak Shenzhou-23 melakukan penambatan (docking) dengan porta radial modul inti Tiangong, Tianhe. (Foto: Xinhua/Jin Liwang)
A A

Nusantaraterkini.co,Β TIANJIN -Β  membudidayakan lebih dari 20 varietas yang mencakup 14 spesies tanaman di orbit, yang menjadi landasan bagi produksi tanaman berskala besar di , demikian menurut Pusat Astronaut Tiongkok (Astronaut Center of China).

Terobosan ini disoroti dalam sebuah konferensi teknik kedokteran kedirgantaraan di Tianjin, Tiongkok utara, di mana Zhang Hongzhang, seorang astronaut dari misi berawak Shenzhou-21, membagikan foto dan video kebun yang tumbuh subur di stasiun luar angkasa milik Tiongkok.

Tanaman-tanaman yang ditampilkan antara lain selada, wortel, bunga matahari, kentang, dan gandum.

Era penerbangan antariksa berawak jangka panjang dimulai pada Oktober 2021, saat awak Shenzhou-13, yaitu Zhai Zhigang, Wang Yaping, dan Ye Guangfu, pindah ke modul inti Tiongkok, Tianhe.

"Tinggal dalam jangka panjang di luar angkasa mengharuskan kami mengurangi ketergantungan pada pasokan dari Bumi. Eksperimen pendukung kehidupan ekologis terkendali yang kami lakukan bertujuan membangun ekosistem di luar angkasa yang dapat meregenerasi air, udara, dan makanan di tempat (in situ) sehingga mengurangi ketergantungan pada Bumi dan pada akhirnya mencapai swasembada," kata Bian Qiang, seorang pakar di Pusat Astronaut Tiongkok, seperti dilaporkan Xinhua, Senin (21/9/2026).

Teknologi pendukung kehidupan ekologis terkendali memanfaatkan ekosistem buatan yang tertutup dan terkendali untuk mendaur ulang serta meregenerasi udara, air, dan makanan secara efisien yang dibutuhkan astronaut di orbit agar dapat bertahan hidup, sehingga membentuk sistem pendukung kehidupan dan kesehatan yang sesuai untuk hunian manusia dalam jangka panjang.

Menurut Bian, saat ini, dua jenis unit penanaman tanaman di stasiun luar angkasa, satu menggunakan kultur substrat dan satu lainnya aeroponik, beroperasi secara berkelanjutan. Bersama-sama, keduanya memberikan pengalaman berharga kepada para peneliti dalam membangun sistem pendukung kehidupan dasar yang terutama mengandalkan daur ulang fisik dan kimiawi, dengan regenerasi biologis berperan sebagai pendukung.

"Unit aeroponik yang lebih efisien telah dikirim ke luar angkasa pada 2025. Sejak itu, gandum telah menyelesaikan siklus pertumbuhan penuh di orbit, dan budi daya putaran kedua menggunakan benih dari panen tersebut tumbuh dengan baik dan hampir siap dipanen," ujar Bian.

Melihat ke masa depan, Bian mengatakan Tiongkok berencana mendirikan kebun sayur di Bulan seiring kemajuan program eksplorasi Bulan negara itu.

Stasiun luar angkasa Tiongkok, , yang berarti Istana Surgawi (Heavenly Palace), kini telah memasuki era hunian manusia jangka panjang. Salah satu anggota awak Shenzhou-23 akan menjalani masa tinggal selama satu tahun di orbit, sementara misi pendaratan berawak di Bulan pada 2030 terus berjalan dengan lancar.

(*/Nusantaraterkini.co)

Sumber: xinhua

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait