Dalang Belum Ditangkap, Keluarga Korban Pembakaran di Karo Lapor ke Komnas HAM
Karena masalah yang menimpa itu bukan masalah pribadi tapi masalah pemberitaan
Nusantaraterkini.co, MEDAN - Keluarga korban pembakaran maut di Kabanjahe Karo resmi membuat laporan ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) di Jakarta, Senin (15/7/2024) kemarin.
Bersama dengan kuasa hukum dari LBH Medan, anak korban Eva Pasaribu mendesak agar para pihak bisa mengusut tuntas kasusnya dan mendapatkan keadilan bagi keluarganya.
“Hari ini, 18 hari pasca kejadian, belum mendapatkan titik terang apa itu motif tindak pidana yang dilakukan, baik itu hasil otopsinya, hasil labfor. Kami meminta angle dari semua CCTV dan tidak ada yang dipotong-potong,. Sampai sekarang semua itu tidak ada,” ujar Direktur LBH Medan, Irvan Sahputra, Selasa (16/7/2024).
Irvan meminta secara tegas kepada Komnas HAM untuk melakukan pemantauan dan penyelidikan secara langsung dan memanggil pihak-pihak terkait serta menindaklanjuti kasus ini.
"Ini kasus serius, perbuatan yang sangat keji, sadis, dan ini berkaitan dengan hak asasi dari keluarga korban. Kami bukan berharap, tapi meminta dengan tegas Koptu HB dipanggil,” ujarnya.
Irvan juga meminta Komnas HAM untuk melakukan pemeriksaan kepada Kapolda, Kapolres, Denpom dan Pangdam yang terkait dengan kasus ini agar memperoleh titik terang kasus ini.
Sementara Eva Pasaribu, anak korban mendesak perlu diusut tuntas secara cepat pihak-pihak yang terlibat dalam kematian keluarganya.
"Karena masalah yang menimpa itu bukan masalah pribadi tapi masalah pemberitaan,” ujar Eva.
Selain melapor ke Komnas HAM, keluarga korban juga melapor pada KPAI dan LPSK. Pasalnya, dua dari empat korban tewasnya keluarga Rico dari kasus tersebut adalah anak-anak.
Diketahui, kebakaran melanda rumah milik seorang wartawan di Jalan Nabung Surbakti, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Kamis (27/6/2024) dinihari.
Kebakaran ini merenggut 4 orang korban meninggal dunia. Keempat korban masing-masing bernama Sempurna Pasaribu (47), istrinya Efrida Boru Ginting (48), anaknya, Sudi Inveseti Pasaribu (12) dan cucunya Lowi Situngkir (3).
Di balik kebakaran maut ini, muncul isu janggal karena korban almarhum Sempurna Pasaribu menyoroti dugaan perjudian di Kabanjahe yang diduga melibatkan oknum aparat.
(cw5/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
ENTERTAIMENTNonton Perdana 'Jamin Setia Selamanya', Rico Waas Apresiasi Djamin Ginting
Herman Saleh Harahap·5 menit yang lalu -
KESEHATANKasus Influenza A Naik, Dinkes Medan Siagakan Faskes
Herman Saleh Harahap·49 menit yang lalu -
SUMSELPolda Sumsel Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Cegah Narkoba
Herman Saleh Harahap·58 menit yang lalu -
KOTA MEDANTerima Audiensi Buddhis Tamil Nusantara, Rico Waas: Keberagaman Kekuatan Medan
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
KRIMINALPraperadilan Parlindungan Silitonga, Ahli Soroti Prosedur Polrestabes
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
SEPAKBOLABantai Bangladesh 9-2, Indonesia Melaju ke Final ASEAN FIFA
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
NEWSKM Kelud Siap Bawa Penumpang dari Belawan Menuju Tanjung Priok
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
-
-
KOTA MEDANSuami Lumpuh, Istri Kerja Jadi Pembantu, Keluarga Asal Medan Masuk Desil 6
Herman Saleh Harahap·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan