Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Chusnunia Minta Pemerintah Maksimalkan Penanganan Karhutla Way Kambas

Chusnunia meminta pemerintah memaksimalkan penanganan karhutla Way Kambas yang berdampak pada ekosistem, pariwisata, dan ekonomi warga.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia meminta pemerintah memaksimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, Selasa (27/10/2026).(foto: istimewa)
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia meminta pemerintah memaksimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, Selasa (27/10/2026).(foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI meminta pemerintah memaksimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan () di Taman Nasional (TNWK), Kabupaten , Lampung. Kebakaran yang melanda kawasan konservasi tersebut dinilai mengancam kelestarian ekosistem, sektor pariwisata, serta mata pencaharian masyarakat sekitar.

mengatakan, merupakan salah satu destinasi wisata alam unggulan di Lampung yang memiliki peran penting dalam konservasi satwa liar, khususnya gajah Sumatera. Karena itu, upaya pemadaman harus menjadi prioritas agar kebakaran tidak semakin meluas.

“Kami prihatin dengan kebakaran yang terus terjadi di kawasan . Pemerintah harus memaksimalkan upaya pemadaman dan memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi meluas,” ujar Chusnunia, Selasa (27/10/2026).

Data Balai TNWK, sepanjang Januari hingga awal Oktober 2026 tercatat 21 kejadian kebakaran dengan luas area terdampak sekitar 7.000 hektare. Kondisi lahan berupa semak belukar dan kawasan bergambut menjadi tantangan dalam pemadaman karena api dapat bertahan di dalam tanah dan kembali menyala.

Menurut Chusnunia, kerusakan vegetasi, asap, dan terganggunya habitat satwa berpotensi menurunkan daya tarik Way Kambas sebagai destinasi wisata alam. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi kenyamanan dan keamanan wisatawan, sehingga berdampak pada minat kunjungan.

Ia mengingatkan, gangguan terhadap aktivitas pariwisata turut berisiko menekan pendapatan masyarakat yang bergantung pada kunjungan wisatawan, mulai dari pemandu wisata, penyedia transportasi, pengelola penginapan, hingga pedagang dan pelaku usaha kecil.

“Ketika kawasan wisata mengalami gangguan, masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas pariwisata juga bisa terkena dampaknya. Kita tidak boleh membiarkan kerusakan lingkungan berlarut-larut hingga mengurangi daya tarik wisata dan memukul ekonomi warga,” kata mantan Wakil Gubernur Lampung tersebut.

Legislator asal Lampung itu juga meminta pemerintah daerah dan pengelola TNWK menyampaikan informasi secara berkala mengenai kondisi kawasan, akses kunjungan, serta keselamatan wisatawan melalui kanal resmi. Informasi tersebut diperlukan agar masyarakat dan calon pengunjung memperoleh kepastian sebelum mendatangi kawasan wisata.

Evaluasi Dampak Kebakaran

Selain penanganan darurat, Chusnunia mendorong koordinasi antara pemerintah daerah, pengelola taman nasional, pelaku usaha pariwisata, dan masyarakat desa penyangga. Evaluasi terhadap dampak kebakaran bagi pelaku usaha lokal juga dinilai penting untuk menentukan langkah pemulihan ekonomi.

Ia menegaskan, upaya penanganan tidak boleh berhenti setelah api berhasil dipadamkan. Pemerintah perlu melakukan pemetaan kerusakan, memantau kondisi vegetasi dan satwa liar, serta menjalankan program pemulihan habitat secara terukur.

“Setelah api padam, jangan sampai kawasan yang terbakar dibiarkan begitu saja. Harus ada pemetaan kerusakan, pemantauan satwa, dan program pemulihan habitat yang terukur. Kita perlu memastikan ekosistem dapat pulih dan satwa liar tetap memiliki ruang hidup yang aman,” tegasnya.

Chusnunia turut meminta penguatan patroli dan deteksi dini untuk mencegah kebakaran berulang. Pemerintah juga perlu mengevaluasi penyebab kebakaran, meningkatkan kesiapsiagaan petugas, memperkuat sarana pemadaman, serta menindak tegas pihak yang terbukti melakukan pembakaran hutan secara melawan hukum.

Menurutnya, penanganan secara menyeluruh penting untuk menjaga fungsi konservasi sekaligus mempertahankan potensi pariwisata Way Kambas sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat Lampung.

“Menjaga Way Kambas berarti menjaga habitat satwa, melindungi lingkungan, dan mempertahankan sumber penghidupan masyarakat. Kami berharap penanganan dilakukan mulai dari pemadaman, pencegahan, pemulihan habitat, hingga penguatan kembali pariwisata yang berkelanjutan,” pungkas Chusnunia.

(LS/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait