Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Cerita Pedagang Pecah Belah Korban Kebakaran Taksir Kerugian Rp 200 Juta: 1 Barang Pun Tak Bisa Diselamatkan

Editor:  Fadli Tara
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
ist

NUSANTARATERKINI.CO, SIDIKALANG - Salah seorang pedagang barang pecah belah yang menjadi korban kebakaran di Pasar Sidikalang, Tiopan Sembiring hanya bisa pasrah saat barang dagangannya hangus terbakar. 

Tiopan mengatakan, dirinya mengetahui kebakaran ketika pukul 1 pagi dan melihat api mulai melahap seluruh barang dagangannya yang menjual barang seperti cangkul, parang, dan perabotan dapur lainnya. 

"Saya datang jam 1 api sudah membesar. Biasanya masih ada barang dagangan yang masih bisa diselamatkan. Tapi karena api sudah mulai membesar, yauda lah saya lepaskan aja, " ujar Tiopan saat ditemui di bekas lapak dagangannya. 

Baca Juga : Polsek Medan Labuhan Selidiki Penyebab Kebakaran Pabrik Sandal Milik PT Garuda Mas Perkasa

Tiopan pun menyebut tidak ada satupun barang dagangannya yang bisa di selamatkan. Sehingga, total kerugian diperkirakan mencapai Rp 200 juta. 

"Enggak ada barang yang bisa di selamatkan. Satu biji pun enggak ada, " katanya. 

Atas kejadian tersebut, Tiopan pun menuturkan akan memulai usaha dagangannya di mulai dari awal kembali. 

Baca Juga : Kebakaran di Kota Sibolga: Tiga Rumah Rusak Berat, Satu Rusak Ringan

"Ya pelan - pelan lah kita mulai dari nol lagi. Saya pun berjualan ini enggak langsung sebesar itu. Pelan - pelan lah, " sambungnya. 

Dirinya berharap kepada pemerintah khususnya PD Pasar untuk meningkatkan keamanan , karena para pedagang merasa terancam dari kebakaran tersebut. 

Sebab, menurut Tiopan kebakaran tersebut bukan pertama kali terjadi. Ini merupakan kebakaran yang ke tiga kalinya. Namun sebelumnya barang dagangan masih bisa terselamatkan. 

Baca Juga : Kebakaran Pasar Sidikalang 2 Kali Dalam Sepekan, PD Pasar Perkuat Keamanan saat Tengah Malam

"Ini sudah yang ke tiga kali. Dua kali sebelumnya masih bisa kita selamatkan. Kami merasa diancam kebakaran ini. Sebelumnya di blok D dan A sampai juga terbakar, berhasil kami padamkan. Kalau ini sudah tidak bisa lagi, " tutupnya. 

(*/nusantaraterkini.co)