Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Buruh Peduli Bencana, Partai Buruh dan FSPMI Berikan Bantuan Logistik dan Obat-Obatan

Editor:  Herman Saleh Harahap
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ketua Partai Buruh yang juga Ketua DPW FSPMI Sumut Sumut, Willy Agus Utomo saat memberikan bantuan kepada warga terdampak bencana, di Tapteng dan Sibolga, Kamis (18/12/2025).(foto:istimewa)

Nusantaraterkini.co,MEDAN-Kepedulian kolektif para pekerja Indonesia mewujud dalam aksi nyata bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Tapanuli Tengah (Tapteng) serta Sibolga. Melalui koordinasi Exco Partai Buruh dan FSPMI Sumatera Utara, logistik krusial seberat empat ton lebih yang terdiri dari aneka bahan pangan dan suplai medis telah didistribusikan sepanjang hari Rabu dan Kamis (17-18/12/20225).  

Penyaluran bantuan ini dilakukan secara langsung dengan menyisir tenda pengungsian serta pemukiman warga guna memastikan bantuan tepat sasaran.

Baca Juga : Tiba di Belawan, Bobby Nasution: Bantuan Logistik Kementan dan Bapanas Jadi Penyemangat

Ketua Partai Buruh Sumut, Willy Agus Utomo, menjelaskan bahwa misi kemanusiaan ini merupakan hasil dari gotong royong anggota serikat buruh di seluruh penjuru tanah air yang berhasil mengumpulkan dana hingga Rp80 juta. 

"Hari ini kami masih di Tapteng dan sebelumnya pada hari Rabu kami sudah menyalurkan dua ton bahan makanan serta obat-obatan kepada penduduk Sibolga yang terdampak. Secara teknis, bantuan tersebut disebar ke lima titik kecamatan di Tapteng, mulai dari Pandan hingga Tapian Nauli, untuk meringankan beban masyarakat yang kehilangan akses pangan," ujarnya, Kamis (18/12/2025).
.
Selain memberikan dukungan material, elemen buruh mendesak adanya langkah strategis dari pemerintah untuk segera melakukan rehabilitasi wilayah yang lumpuh akibat kerusakan infrastruktur.

Willy Agus Utomo menegaskan bahwa pihaknya berharap pemerintah segera melakukan pendataan dan membangun kembali tempat tinggal warga yang hancur karena hingga saat ini banyak korban yang masih terpaksa tidur di tenda-tenda darurat dengan kondisi yang sangat menyedihkan. Selain perbaikan rumah, pemulihan akses jembatan dan jalan utama dianggap krusial agar aktivitas ekonomi warga bisa segera berdenyut kembali.

Solidaritas ini, kata Willy, tidak akan berhenti dalam satu tahap saja, mengingat posko donasi akan tetap dibuka hingga penghujung Desember 2025. Fokus pemberian bantuan ke depan akan disesuaikan dengan kebutuhan primer para pengungsi di Langkat, Tapteng, dan Sibolga yang belum terakomodasi.

Baca Juga : MPR Salurkan 5.000 Paket Bantuan Sembako, Obat-obatan, Hingga School Kit di Aceh

"Jika ada tambahan donasi yang masuk, kami akan kembali menyalurkannya dalam bentuk kebutuhan lain yang lebih spesifik dan tidak terbatas pada bahan pokok saja. Hal ini demi membantu saudara-saudara di wilayah terdampak," pungkasnya.

(Emn/Nusantaraterkini.co)