Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Tolak Kenaikan Upah Murah, Ratusan Buruh Geruduk Kantor Gubernur Sumut

Tolak Kenaikan Upah Murah, Ratusan Buruh Geruduk Kantor Gubernur Sumut

Ketua FSPMI Sumut Willy Agus Utomo, saat berorasi pada aksi di Kantor Gubernur Sumut, Rabu (24/12/2025).(foto:istimewa)
Ketua FSPMI Sumut Willy Agus Utomo, saat berorasi pada aksi di Kantor Gubernur Sumut, Rabu (24/12/2025).(foto:istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, MEDAN – Ratusan massa yang tergabung dalam dan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumatera Utara menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara, Rabu (24/12/2025). Mereka menuntut revisi atas penetapan Upah Minimum Provinsi () dan Upah Minimum Kabupaten/Kota () tahun 2026 yang dinilai tidak berpihak pada kesejahteraan pekerja.

Baca Juga : Buruh Sumut Demo Kantor Gubernur Besok, Ancam Aksi Tiap Minggu Jika Upah Tak Naik 10 Persen
​Dalam orasinya, Ketua Willy Agus Utomo, menyatakan kekecewaan mendalam terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Mereka menolak keras penggunaan formula perhitungan upah yang menggunakan indeks tertentu (Alfa 0,5), yang dianggap menghasilkan kenaikan upah sangat rendah.

Baca Juga : UMP Sumut Naik 7,9 Persen jadi Rp3,2 Juta, Gunawan: Pekerja akan Tetap Berkeluh Kesah 

​"Kami menolak kenaikan UMK Medan, Deliserdang, dan daerah lainnya di Sumatera Utara yang menggunakan Alfa 0,5. Itu adalah penghitungan upah termurah. Tidak ada peran pemerintah, gubernur, maupun wali kota jika upah buruh hanya ditetapkan begitu saja," tegasnya.

Massa aksi secara spesifik meminta Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, untuk merevisi penetapan upah dan menuntut kenaikan sebesar 10% untuk tahun 2026. Para buruh merasa formula yang ada saat ini tidak cukup untuk menutupi biaya hidup yang kian meningkat.

​Massa juga menegaskan bahwa aksi ini merupakan awal dari gelombang protes yang lebih besar. Mereka mengancam akan melakukan aksi serupa secara rutin setiap minggu jika tuntutan mereka tidak segera dipenuhi.

Baca Juga : Pembahasan UMP Sumut Alot, Buruh dan Pengusaha Belum Sepakat
​"Apabila tidak direvisi, kami akan aksi setiap satu minggu sekali. Dan pada bulan Januari nanti, kami akan menggelar aksi besar-besaran dengan mengerahkan seluruh buruh di Sumatera Utara," tegas Willy selaku pimpinan aksi yang disambut seruan "Hidup Buruh" dari para peserta.

​(Emn/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru