Nusantaraterkini.co, MEDAN - BPS Pusat mencatat sebanyak 71 ribu perempuan di Indonesia memilih childfree, yang berpotensi memengaruhi pertumbuhan populasi di masa mendatang.
Namun, menurut Kepala BPS Sumatera Utara, Asim Saputra fenomena tersebut belum terlihat signifikan di Sumut. Meskipun ada kecenderungan childfree di beberapa kota besar, partisipasi perempuan di Sumut justru terus meningkat, dengan 84% perempuan terlibat dalam ketenagakerjaan.
"Perempuan di Sumut semakin banyak berkontribusi dalam sektor pekerjaan, baik di sektor formal maupun informal," ujar Asim kepada Nusantaraterkini saat di wawancara melalui voice call WhatsApp, Kamis (14/11/2024).
Baca Juga : Pemprov Sumut Klaim Keberhasilan Membangun Iklim Investasi yang Kondusif
Lebih lanjut, Asim menyampaikan bahwa angka kelahiran di Sumut mengalami pertumbuhan yang stabil dari tahun lalu, yaitu 56%, menjadi 58% pada tahun ini.
“Hal ini menunjukkan bahwa meskipun tren childfree berkembang di beberapa daerah, perempuan di Sumut tetap aktif bekerja dan berperan penting dalam perekonomian daerah,” tambahnya.
Meskipun banyak perempuan yang aktif bekerja, Asim menjelaskan bahwa perempuan di Sumut tetap memiliki peluang untuk berkeluarga dan memiliki anak.
Baca Juga : Sumut Cetak Surplus Perdagangan US$501,42 Juta pada November 2025
"Walaupun perempuan di Sumut semakin banyak yang bekerja, mereka masih memilih untuk berkeluarga dan memiliki anak, yang menunjukkan adanya keseimbangan antara karier dan kehidupan keluarga," ujar Asim.
Asim juga mencatat bahwa meskipun banyak perempuan beralih dari sektor primer ke sektor jasa yang lebih fleksibel, mereka tetap mempertahankan pilihan untuk berkeluarga.
“Di Sumut, meski banyak perempuan yang bekerja, keinginan untuk membangun keluarga dan memiliki anak tetap tinggi,” tutupnya.
Baca Juga : BPS Data Rumah Warga Korban Bencana di Tapteng
(cw9/nusantaraterkini.co)
