Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Borneo FC Tak Terbendung, Jauhi Pesaing di Puncak Klasemen Liga 1; Persija dan Persib Sempurna di Tengah Ancaman Degradasi Persijap

Editor:  Herman Saleh Harahap
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Logo BRI Superleague (Liga 1).(foto:istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA-Kompetisi Liga 1 Indonesia semakin memanas menjelang penutupan paruh musim, ditandai dengan performa dominan dari Borneo FC dan persaingan ketat tiga tim teratas untuk memperebutkan tiket kualifikasi kompetisi Asia. 

Berdasarkan data klasemen per 7 Desember, Borneo FC berdiri kokoh di puncak dengan perolehan fantastis 33 poin dari 13 pertandingan, mencatatkan 11 kemenangan, dua kali seri, dan belum terkalahkan. Meskipun ada catatan kekalahan dalam salah satu dari enam laga terakhir, mereka segera bangkit dengan empat kemenangan beruntun, menunjukkan mental juara yang solid dan memberikan mereka peluang 85% untuk mengunci gelar paruh musim.

Di bawah Borneo, persaingan untuk posisi runner-up sangat sengit. Persija Jakarta mengamankan posisi kedua dengan 29 poin dari 13 laga, unggul tipis satu poin dari Persib Bandung yang mengoleksi 28 poin namun baru memainkan 12 pertandingan. Kedua tim raksasa ini menunjukkan konsistensi luar biasa dengan sama-sama menyapu bersih lima pertandingan terakhir mereka dengan kemenangan penuh.

Kondisi ini menempatkan Persib pada posisi yang sangat menguntungkan, jika mereka memenangkan satu pertandingan tunda tersebut, mereka akan melompati Persija dan mengamankan posisi kedua. Oleh karena itu, tiket kualifikasi Liga Challenge AFC diprediksi menjadi pertarungan mati-matian antara dua tim ini, dengan Persib memiliki peluang 60% untuk mengamankannya jika mampu mempertahankan tren kemenangan sempurna.

Baca Juga : Klasemen Liga 1 Pekan Ini, Borneo FC Kokoh di Puncak, Persaingan Sengit di Papan Atas dan Zona Merah

Sementara sorotan tertuju pada perebutan posisi teratas, ancaman degradasi semakin nyata di dasar klasemen. Persijap Jepara terperosok dalam krisis terdalam. Tim ini hanya mengumpulkan 8 poin dari 13 pertandingan dan mencatatkan performa buruk dengan lima kekalahan beruntun. Dengan selisih gol minus 10 dan performa yang terus menurun, Persijap dinilai memiliki peluang 90% untuk terdegradasi kecuali terjadi perubahan dramatis di putaran kedua. 

Senasib dengan Persijap, Semen Padang juga terancam serius di posisi juru kunci dengan hanya 7 poin, hanya meraih satu kemenangan dalam lima laga terakhir, menempatkan mereka pada peluang 85% untuk turun kasta. PSBS Biak yang berada tepat di atas zona merah dengan 12 poin harus tetap waspada, karena jarak poin mereka dengan Persijap hanya empat poin, membuat pertarungan di zona bawah masih sangat rentan.

Baca Juga : Liga 1 : Barito Putera Benamkan Persebaya 3-0, Matias Mier Hattrick

Di papan tengah, Malut United muncul sebagai kuda hitam yang menarik perhatian. Mengoleksi 22 poin dan mencatatkan peningkatan performa dengan tiga kemenangan beruntun setelah dua kali seri, mereka memiliki peluang 40% untuk menembus empat besar di akhir musim jika mampu menjaga momentum ini. Sebaliknya, PSM Makassar, terseok-seok di posisi 8 dengan 19 poin, membuat mereka harus bekerja sangat keras untuk mengejar ketertinggalan menuju zona kualifikasi Asia.

(*/Nusantaraterkini.co)