Nusantaraterkini.co, ACEH - Menteri Sosial (Mensos) Syaifullah Yusuf menegaskan, penyaluran bantuan sosial (bansos) reguler maupun bansos adaptif kebencanaan dilakukan secara hati-hati dan berbasis satu data yang terverifikasi.
Hal ini disampaikan Syaifullah Yusuf terkait penyaluran bantuan bagi korban bencana, termasuk di wilayah Sumatera.
Menurut Syaifullah Yusuf, aspek paling krusial dalam penyaluran bansos adalah validitas data. Untuk bantuan kebencanaan, data awal bersumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Baca Juga : Korupsi Bantuan Bencana Kemensos Rp 1,5 Miliar, Kadis Sosial Samosir Ditahan Kejari
Data tersebut kemudian diolah oleh pemerintah daerah dan ditetapkan oleh kepala daerah. Setelah penetapan, Kemensos menyalurkan bantuan berdasarkan data final yang telah mendapat persetujuan Kementerian Dalam Negeri selaku Ketua Satgas.
“Kita menggunakan satu data sebagai rujukan awal. Data dari BNPB di-address oleh kepala daerah dan disetujui oleh Kementerian Dalam Negeri. Setelah itu, bantuan disalurkan berdasarkan data yang sudah final,” ujarnya, Sabtu (10/1/2026).
Ia menjelaskan mekanisme penyaluran bansos dilakukan melalui dua jalur, yakni melalui perbankan (Himbara) dan PT Pos Indonesia. Pemilihan jalur disesuaikan dengan kondisi daerah agar bantuan dapat diterima masyarakat secara cepat dan efektif.
Baca Juga : Pemerintah Diminta Tak Perlu Kalah Gengsi dari Gotong Royong Rakyat soal Viralisasi Bansos
Selain bantuan tunai, Kemensos juga telah menyalurkan berbagai dukungan logistik seperti dapur umum. Hingga saat ini, santunan bagi ahli waris korban meninggal dunia telah disalurkan kepada lebih dari 47 ahli waris.
Namun, untuk korban luka berat, Kemensos mengaku belum menerima usulan resmi dari pemerintah daerah.
“Semua bantuan kami salurkan setelah ditetapkan oleh kepala daerah dan dilakukan secara bertahap setiap hari, seiring dengan perkembangan data,” jelas Sekjen PBNU ini.
Kemensos juga menyiapkan bantuan bagi keluarga yang tinggal di hunian sementara maupun hunian tetap berupa bantuan isi rumah sebesar Rp3 juta per keluarga.
Bantuan ini akan dilanjutkan dengan dukungan pemberdayaan ekonomi senilai Rp5 juta berdasarkan hasil asesmen.
Selain itu, terdapat bantuan jaminan hidup untuk pembelian lauk-pauk sebesar Rp450 ribu per orang per hari selama tiga bulan yang akan segera disalurkan setelah seluruh data lengkap.
Syaifullah Yusuf menambahkan bahwa Kemensos telah melakukan simulasi dan menyiapkan skema pembiayaan sesuai arahan Presiden melalui rincian output anggaran. Total dana yang telah disiapkan saat ini mencapai lebih dari Rp600 miliar.
“Untuk santunan ahli waris dan korban luka disiapkan lebih dari Rp17 miliar, jaminan hidup lebih dari Rp326 miliar, bantuan isi rumah sekitar Rp169 miliar, serta pemberdayaan ekonomi sekitar Rp141 miliar,” paparnya.
Baca Juga : Perahu Rombongan Camat di Pangkep Terbalik Saat Kembali dari Antar Bansos, Tiga Orang Meninggal
Meski berdasarkan simulasi kebutuhan total bansos adaptif kebencanaan mencapai sekitar Rp2 triliun, Kemensos memastikan dana tahap awal telah dilaporkan ke Kementerian Keuangan dan kebutuhan selanjutnya akan dipenuhi secara bertahap.
“Insya Allah pada tahap berikutnya kebutuhan dana akan dicukupi untuk memastikan bansos kebencanaan tersalurkan dengan baik,” pungkasnya.
(cw1/nusantaraterkini.co)
