Ajak PJU dan Kapolres ke Rumah Dinas Hoegeng Iman Santoso, Kapolda Sumut Pesankan Kesederhanaan Kejujuran dan Keberanian
Nusantaraterkini.co, MEDAN - Kapolda Sumut Irjen Agung Setya Imam Effendi mengajak Pejabat Utama (PJU) dan seluruh kapolres menyambangi rumah eks Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng di Jalan A Rivai Medan.
Baca Juga : Polri Sampaikan Duka Mendalam: Wafatnya Eyang Meri Hoegeng, Simbol Integritas Bhayangkara
Dalam kesempatan itu, Agung turut mengingatkan soal kerakter hebat seperti yang dimiliki oleh Hoegeng.
Baca Juga : Berpulangnya Sang Teladan Kesederhanaan: Eyang Meri Hoegeng Tutup Usia di Usia Satu Abad
"Kita harus jujur, sederhana, berkarakter dan pemberani," tegasnya, Kamis (4/1/2024).
Untuk itu jenderal bintang dua itu meminta seluruh personel untuk menunjukkan bahwa polisi memiliki ketegasan dan sosok pengayom bagi masyarakat. Sehingga, masyarakat melihat personel yang tengah memakai seragam Polri meyakini bahwa polisi adalah sosok idaman.
Baca Juga : Bangun Rumah Koramil Barus, Anggota DPRD Tapteng Dari Fraksi PDIP Apresiasi Dandim 0211/TT
"Baju ini memerlukan kita untuk mampu menunjukan ketegasan polisi itu ada. Kita harus jujur, apa yang kita omongkan ke publik itu apa adanya, dan publik bisa merasakan bagaimana anggota kita yang patroli, sambang, mengatur jalan, dan banyak kegiatan lain," jelasnya.
Baca Juga : Polres Simalungun Tangkap Pelaku Pencurian di Rumah Dinas Pendeta
"Semua harus melihat bahwa ketika berseragam ini, maka yang ada dalam benaknya adalah sosok itu (polisi), sosok idaman. Kita polisi harus menjadi panutan, orang yang paling paham tentang aturan," sambungnya.
"Kita ingin menghasilkan sosok Polisi yang jadi idaman," tambahnya.
Baca Juga : Jelang Ramadan, Polda Sumut Gelar Apel Operasi Keselamatan Toba 2026
Agung juga turut mengucapkan terima kasih karena sudah diberi kesempatan untuk melihat rumah Hoegeng itu. Menurutnya, hal itu adalah sebuah momen berharga.
Baca Juga : Grebek Sarang Narkoba, Polsek Sunggal Amankan Tiga Pelaku Narkoba
"Saya ucapkan terima kasih, kita sedikit bernostalgia di sini, saya rasa ini hal yang monumental, mungkin tidak bisa asal masuk ke sini, harus izin dulu," ujarnya.
Dalam kegiatan ini, putra Jenderal (Purn) Hoegeng Aditya S Hoegeng juga turut hadir dan menceritakan bagaimana sosok ayahnya. Aditya mengatakan ayahnya adalah sosok yang sangat disiplin yang juga diajarkan kepada semua anak-anaknya.
Dia juga mengingat soal ayahnya yang melarang mereka untuk menggunakan fasilitas dinas untuk kepentingan pribadi. Hal ini, diceritakan Aditya saat dirinya pernah hendak memakai mobil dinas ayahnya untuk pergi ke rumah temannya.
"Tolong kamu mengerti ya, mobil yang kamu pakai itu, bensin yang bayar negara, mobil itu mobil dinas. Saya malu, itu mobil bensin yang bayar negara. Ingat itu, jangan diulangi lagi," ujar Aditya mengulangi perkataan Hoegeng.
(zie/Nusantaraterkini.co)
