Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Berkat Uluran Relawan, Lansia Korban Banjir di Tapteng Kembali Membuka Kedai Kopinya

Editor:  Fadli Tara
Reporter: Junaidin Zai
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!

Nusantaraterkini.co, TAPANULI TENGAH - Di sebuah rumah kosong yang nyaris tanpa perabot, Nasruddin Tanjung, 71 tahun, kembali menyalakan ketel airnya. Sebuah lampu menggantung di langit-langit, kipas angin berputar pelan, dan beberapa bangku kayu disusun seadanya.

Dari tempat sederhana itulah, Nasruddin memulai lagi hidupnya dengan membuka kembali kedai kopi kecil yang sempat hilang diterjang banjir bandang.

Baca Juga : KSAD Maruli Murka: Baut Jembatan Bailey Dicopot, Diduga Ada Sabotase Pemulihan di Sumatera

Banjir melanda Desa Ujung Batu, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, pada penghujung November lalu. Arus air yang datang tiba-tiba merusak rumah-rumah warga dan menyeret sejumlah bangunan di bantaran sungai, termasuk kedai kopi milik Nasruddin yang selama bertahun-tahun menjadi tumpuan hidupnya.

“Waktu air datang, tidak sempat lagi menyelamatkan apa-apa,” kata Nasruddin saat ditemui, Minggu (28/12/2025).

Ia mengaku hanya bisa menyelamatkan diri, sementara peralatan kedai dan sebagian isi rumahnya hanyut terbawa arus.

Baca Juga : KRI Makassar Sandar di Belawan, Bantuan Logistik Tahap III untuk Korban Bencana Sumut Mulai Disalurkan

Selepas bencana, Nasruddin sempat terhenti dari aktivitasnya. Usianya yang tak lagi muda membuatnya bergantung pada bantuan orang lain. Namun, sejumlah relawan dan dermawan yang datang ke lokasi bencana memberi lebih dari sekadar bantuan darurat. Selain paket sembako, beberapa di antaranya memberikan bantuan uang tunai.

“Siapapun dan dari manapun mereka, saya sangat berterima kasih. Alhamdulillah, dengan bantuan itu saya bisa mulai lagi,” ujar Nasruddin.

Uang bantuan tersebut ia gunakan untuk membeli perlengkapan yang paling dasar. Kedai kopi itu kini menempati rumah milik kerabatnya yang sudah lama ditinggalkan. Meski hanya dilengkapi lampu dan kipas angin, Nasruddin tak mempermasalahkan kondisi tersebut.

Baca Juga : Kisah Nasruddin: Lansia Tapteng Bangkit Buka Kedai Kopi Usai Rumah Hanyut Diterjang Banjir

Bagi Nasruddin, membuka kembali kedai kopi bukan semata soal penghasilan. Kedai kecil itu adalah ruang sosial tempat warga bertukar kabar, sekaligus penanda bahwa hidup bisa berjalan lagi setelah bencana.

Banjir bandang yang melanda wilayah Barus dan sekitarnya menyebabkan aktivitas ekonomi warga terhenti. Banyak pedagang kecil kehilangan lapak dan peralatan usaha. Hingga kini, sebagian penyintas masih bergantung pada bantuan dan belum sepenuhnya pulih.

(Cw7/Nusantaraterkini.co)