Nusantaraterkini.co, MEDAN - Harga beras di sejumlah pasar tradisional Kota Medan terus merangkak naik dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini terjadi meski pemerintah pusat berulang kali menyebut stok beras nasional dalam keadaan aman.
Pantauan Nusantaraterkini.co di Pasar Sei Kambing, Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Helvetia, Kota Medan, Sabtu (16/8/2025), harga beras medium yang sebelumnya Rp13 ribu per kilogram kini dijual Rp14.500 hingga Rp15 ribu. Untuk jenis premium, harganya sudah menembus Rp17 ribu per kilogram.
Sejumlah pedagang mengaku kenaikan harga ini berlangsung bertahap sejak awal bulan.
“Sudah hampir satu bulan lebih beras naik. Normalnya (kualitas bagus) biasa Rp14 hingga Rp15 ribu, kini jadi Rp17 ribu,” kata Cici, pedagang beras saat diwawancarai, pada Sabtu sore.
Baca Juga : Komisi IV Desak Pemerintah Gerak Cepat Carikan Solusi soal Kenaikan Harga Beras
Berbeda dengan beras Bulog. Meskipun Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman telah menyebutkan jika stok beras di gudang Bulog per 1 Juli 2025 mencapai 4,2 juta ton, namun beras itu justru kurang diminati.
“Beras Bulog kita jual sesuai dengan harga yang dibuat pemerintah. Tapi kurang banyak yang minat,” kata Cici.
Warga pun mulai mengeluhkan kenaikan ini. Rina, ibu rumah tangga asal Medan Petisah, mengatakan biaya belanja bulanan semakin membengkak.
“Mau tak mau kita tetap beli, tapi porsinya dikurangi. Kalau dulu bisa stok untuk seminggu, sekarang dua-tiga hari sudah habis,” ujar Rina kepada Nusantaraterkini.co.
“Kalau untuk beras Bulog, saya kurang minat kualitasnya buruk,” imbuh Rina.
Padahal, pemerintah pusat melalui Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas, menyebut Bulog mempunyai stok hingga 3,9 juta ton beras. Katanya, rakyat tidak perlu khawatir.
Baca Juga : Harga Naik, Beras Bulog tak Tersedia di Pasar: Pedagang Mengeluh
Beda dengan harga Cabai merah. Menurut Erna pedagang cabai di pasar Sei Kambing, per bulan Agustus justru mengalami penurunan. Meskipun demikian, katanya, jika perubahan harga cabai tidak dapat ditebak.
“Kalau sekarang Rp24 ribu. Beda dengan bulan lalu naik sampai Rp30 ribu,” kata Erna.
(cw7/nusantaraterkini.co)
