Bencana Banjir dan Longsor Sumatera Barat: 13 Kabupaten/Kota Terdampak, Kerugian Sementara Capai Rp 5 Miliar
Banjir dan longsor melanda 13 daerah di Sumbar, ribuan warga dievakuasi, akses terputus, dan kerugian awal ditaksir Rp 4,9 miliar.
Nusantaraterkini.co,โPADANG – Serangan bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, dan angin kencang melanda 13 kabupaten/kota di Sumatera Barat (Sumbar) secara serentak pada Selasa, (25/11/2025). Akibat curah hujan ekstrem yang berlangsung sejak Minggu (23/11/2025), puluhan ribu rumah terendam dan memaksa ribuan penduduk mengungsi.
โDampak masif bencana ini menyebar luas, mencakup Padang, Padang Pariaman, Agam, Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, Pasaman Barat, dan Limapuluh Kota, menjadikannya krisis darurat regional.
โJuru Bicara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Ilham Wahab, mengonfirmasi skala kejadian tersebut. "Akibat hujan deras sejak Minggu, 13 daerah di Sumbar dilanda banjir dan longsor," kata Ilham pada Selasa (25/11/2025) di Padang.
Baca Juga : Jalan Putus, Akses Jalan Panti-Talu-Simpang Empat dan Menuju Medan Lumpuh Total
Hingga saat ini, laporan resmi mencatat belum ada korban jiwa, namun BPBD terus bergerak cepat mengevakuasi warga yang terjebak dan mendistribusikan bantuan makanan ke lokasi pengungsian.
โAkses Terputus dan Kerusakan Fasilitas Umum
โBencana ini tidak hanya mengganggu permukiman, tetapi juga melumpuhkan infrastruktur penting. Sejumlah ruas jalan desa hingga jalan nasional penghubung Sumbar-Bengkulu dilaporkan terputus, terutama di wilayah Pesisir Selatan, akibat genangan air yang tinggi dan material longsor. Sekolah, masjid, dan fasilitas umum lainnya turut mengalami kerusakan signifikan, yang saat ini masih dalam proses pendataan.
โ
Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, pada Rabu (26/11/2026) mengumumkan estimasi awal kerugian materiel yang diakibatkan oleh cuaca ekstrem tersebut.
โ"Perkiraan kerugian sementara sekitar Rp 4,9 miliar lebih. Ini baru perkiraan awal," ujar Arry.
Baca Juga : Banjir dan Longsor Tapteng Tewaskan Empat Warga, BPBD: Sejumlah Wilayah di Sumut Masuki Masa Siaga
โ
Data kerugian yang dihimpun per Selasa (25/11/2025) sore ini bersifat sementara dan berpotensi bertambah, mengingat proses asesmen detail masih berlangsung di lapangan. Kabupaten Padang Pariaman, Agam, dan Kota Padang tercatat sebagai wilayah dengan dampak kerugian paling besar.
โKomitmen Pemulihan dan Rekonstruksi
โPemprov Sumbar menegaskan telah mengaktifkan sistem komando penanganan darurat sejak awal kejadian, dengan BPBD sebagai garda terdepan, didukung oleh TNI, Polri, dan pemerintah kabupaten/kota. Prioritas saat ini adalah pemulihan akses, stabilisasi layanan dasar, dan pemenuhan kebutuhan pengungsi.
Baca Juga : Banjir dan Longsor Bikin Jaringan Terputus, Warga Tapteng di Perantauan Cemas Tak Bisa Hubungi Keluarga
โSekda Arry Yuswandi menekankan pentingnya data valid untuk langkah selanjutnya. "Data kerusakan yang valid sangat penting bagi pemerintah untuk menghitung kebutuhan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Kita ingin proses pemulihan berjalan cepat dan tepat sasaran," tutupnya, seraya memastikan asesmen menyeluruh terhadap rumah warga, lahan pertanian, dan infrastruktur akan segera dipercepat.
(*/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
-
-
HUKUM DAN KRIMINALKencan Pertama Berujung Apes, Mahasiswa di Tangerang Kehilangan Motor Usai Kenalan Wanita di Instagram
hendra·49 menit yang lalu -
NEWSPPMSU Siapkan Aksi ke Kafe Satuan.co Binjai, Oza Hasibuan Sebut Acara Halloween Tak Miliki Izin
hendra·1 jam yang lalu -
-
HUKUM DAN KRIMINALKejagung Geledah 6 Lokasi Kasus Korupsi Tambang Nikel Sultra, Sita Uang Rp11,8 Miliar
hendra·2 jam yang lalu -
NEWS VIDEOKetua DPD Terima Delegasi Tatarstan, Jajaki Peluang Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Rusia
Fadli Tara·2 jam yang lalu -
SUMSELDPR RI Soroti Rendahnya Penyerapan KUR di Sumsel dan Dorong Percepatan Kawasan Industri
hendra·3 jam yang lalu -
NEWSBobby Nasution Diminta Hentikan Sementara Proyek Turap Sungai di Tapteng, Besi Berkarat Jadi Sorotan
hendra·3 jam yang lalu -
NEWSPemkab Nias Selatan Finalisasi Ranperda Perlindungan Lahan Pertanian, Ini 5 Poin Penting Hasil FGD
hendra·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan