Bareskrim Polri Boyong 10 Tersangka Lab Sabu 1,2 Ton Asal Pidie ke Jakarta
Polisi bawa 10 tersangka lab sabu 1,2 ton dari Pidie ke Bareskrim, ungkap peran sindikat internasional
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Jajaran Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri resmi membawa 10 tersangka kasus laboratorium rahasia narkotika (clandestine laboratory) di Kabupaten Pidie, Aceh, ke Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.
Para tersangka tiba pada Selasa (27/10/2026), sekitar pukul 18.20 WIB, dengan pengawalan ketat penyidik.
Kedatangan para tersangka menggunakan minibus berwarna putih tersebut langsung menarik perhatian awak media. Mereka digiring masuk ke dalam gedung secara tertutup tanpa memberikan keterangan apa pun.
Bersamaan dengan kedatangan para tersangka, satu unit mobil boks berukuran besar turut tiba di lokasi dengan membawa barang bukti berupa sabu cair dan sabu kristal seberat total kurang lebih 1,2 ton.
Seluruh barang bukti tersebut tampak telah dikemas rapi dalam kemasan khusus berlogo Bareskrim Polri untuk pengamanan lebih lanjut.
Kasubdit III Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol Zulkarnain Harahap, dalam keterangannya menyampaikan, pengungkapan kasus besar ini merupakan hasil kerja sama sinergis antara Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia, serta Direktorat Jenderal Bea Cukai.
Operasi penggerebekan sendiri dilakukan pada tanggal 21 Oktober 2026 pukul 14.40 WIB di kawasan Mutiara Timur, Pidie, Aceh. Laboratorium ilegal tersebut sengaja disembunyikan di balik deretan ruko yang telah dimodifikasi secara khusus agar setiap tahapan produksi sabu dapat berjalan terselubung.
Dalam operasi tersebut, tim gabungan mengamankan total sebelas orang di lokasi kejadian. Namun, melalui proses penyidikan intensif, penyidik mengerucutkan status hukum para pihak yang terlibat.
Sebanyak 10 orang telah resmi ditetapkan sebagai tersangka, sementara satu orang lainnya berinisial A-K dibebaskan dari status tersangka dan tetap berstatus sebagai saksi.
Mengenai alasan status saksi bagi A-K, Zulkarnain menjelaskan bahwa penyidik tidak menemukan adanya unsur kesengajaan maupun niat jahat (mens rea) dari yang bersangkutan.
"kita sudah menetapkan perkaranya menjadi penyidikan dan sudah menetapkan sebanyak 10 orang tersangka. Sedangkan satu orang yang diamankan di lokasi, kita masih statusnya sebagai saksi. Karena yang bersangkutan berdasarkan hasil penyidikan, tindakan maupun niat jahat atau mens rea tidak kita temukan. Yang bersangkutan hanya ikut mengecat, melakukan pengecatan mobil yang berada di bengkel di belakang," ujar Zulkarnain.
Lebih lanjut, Zulkarnain membeberkan bahwa A-K merupakan pekerja harian yang dipekerjakan oleh salah satu tersangka untuk melakukan pengecatan mobil di area bengkel sekitar lokasi. Tempat usaha bengkel tersebut ternyata digunakan oleh tersangka untuk menyamarkan aktivitas ilegal di dalam ruko.
"Jadi yang bersangkutan tidak bisa kita jadikan tersangka karena hasil temuan, karena memang berdasarkan perbuatan kemudian mens rea-nya tidak ditemukan. Inisialnya adalah AK. Inisial AK kita masih tetapkan dia sebagai saksi," tambahnya.
Berdasarkan hasil pendalaman penyidik, sindikat narkotika internasional ini memiliki pembagian peran yang sangat terstruktur dan rapi. Kesepuluh tersangka yang kini telah ditahan memiliki tugas spesifik masing-masing dalam rantai produksi hingga distribusi narkotika tersebut.
Dua orang tersangka di antaranya merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal China berinisial L-J dan X-M, yang bertugas sebagai koki utama atau ahli kimia (chemist) untuk mengolah sabu cair menjadi sabu kristal siap edar.
Keduanya dibantu oleh dua warga lokal berinisial M-Y dan M-Z yang berperan sebagai asisten koki dalam proses pengolahan dan pengemasan akhir barang haram tersebut.
Sementara itu, tersangka berinisial A-Y berperan ganda sebagai pensekretariatan logistik sekaligus pihak yang menyiapkan dan mengawasi lokasi clandestine lab agar dapat beroperasi tanpa kecurigaan warga sekitar, termasuk memanfaatkan kedok bengkel tempat saksi A-K bekerja. Untuk urusan pengadaan alat, tersangka R-J bertugas membeli dan memenuhi seluruh perlengkapan teknis yang dibutuhkan laboratorium pengolahan sabu cair tersebut.
Jaringan ini juga melibatkan rantai logistik lintas wilayah dan negara. Tersangka B-S dan M-N berperan khusus menjemput serta mengantarkan kedua koki asal China tersebut dari Malaysia menuju Aceh.
Setibanya di tanah air, estafet penjemputan dilanjutkan oleh tersangka R-M dan R-I yang menyambut keduanya di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, sebelum akhirnya mengantarkan mereka langsung ke lokasi laboratorium tersembunyi di Pidie.
Dengan dibawanya seluruh tersangka beserta barang bukti seberat 1,2 ton ke Gedung Bareskrim Polri di Jakarta Selatan, penyidik kini fokus melengkapi berkas perkara dan mengembangkan penyelidikan guna membongkar kemungkinan adanya jaringan lain yang berkaitan dengan sindikat narkotika berskala internasional ini.
(zie/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWS VIDEOKapolres Reynold Hutagalung Minta Massa Demo Jaga Ketertiban di Kawasan UOB Plaza
Fadli Tara·3 menit yang lalu -
NASIONALKapolri dan Kementerian Keamanan Publik Tiongkok Perkuat Kerja Sama Pemberantasan Narkotika Lintas Negara
Rozie Winata·10 menit yang lalu -
NEWS VIDEOKapolri Terima Kunjungan Delegasi Kementerian Keamanan Publik Tiongkok, Perkuat Kerja Sama Pemberantasan Narkotika
33 menit yang lalu -
NASIONALPotong Iuran Tapi Tak Disetor? BPJS Ketenagakerjaan dan Kejati Aceh Siap Tindak Perusahaan Nakal
34 menit yang lalu -
PERISTIWADiduga Terkait Sengketa Tanah, Empat Rumah Warga Sei Kera Hilir Diserang OTK
Rozie Winata·35 menit yang lalu -
-
NEWS VIDEOTak Tahan Uang Selalu Dicuri untuk Beli Narkoba, Ibu di Palembang Serahkan Anaknya ke Polisi
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
NASIONALKapolri Kedepankan Pendekatan Humanis dalam Pengamanan Aksi Demontrasi
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
SUMUTMaskapai Wings Air Hentikan Rute Penerbangan Mandailing Natal-Medan
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALBareskrim Polri Boyong 10 Tersangka Lab Sabu 1,2 Ton Asal Pidie ke Jakarta
Rozie Winata·2 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan